Friday, October 17, 2014

Akhirnya Timnas U-19 Kembali Mendarat


Foto : KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Oleh : Hendro Santoso

Kamis malam 16 Oktober 2014 menjelang tengah malam, Timnas U-19 mendarat di Bandara Soekarno Hatta setelah tersingkir dari Piala Asia U-19 Myanmar. Seperti diketahui, Timnas U-19, pulang ke Indonesia dengan tangan hampa. Garuda Jaya gagal memenuhi target setelah tersingkir di babak penyisihan Grup B.  Timnas U-19 kalah masing-masing atas Uzbeksitan 1-3, Australia 0-1, dan Uni Emirat Arab 1-4. Total  kemasukkan 8 gol dan hanya mampu memasukkan 2 gol masing-masing dicetak oleh Paulo Sitanggang saat berhadapan dengan Australia dan Dimas Drajad saat melawan UEA..  Pasukan Indra Sjafri bertolak dari Bandara Internasional Yangon, Myanmar, pukul 16.00 waktu setempat Kamis sore dengan Pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH-743.

Setelah tiba kembali di Tanah Air, para pemain dipulangkan untuk kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing. Hanya dua pemain yaitu Evan Dimas dan Maldini Pali yang langsung bergabung dengan teman-temannya dalam skuad Timnas Senior yang saat ini sedang melakukan pemusatan latihan (TC) di Karawaci, Tangerang.
Tentu kali ini ada yang lain saat mereka kembali menginjak Bumi Nusantara ini. Selain rasa haru karena harus berpisah dengan sesama pemain anggota skuad Timnas U-19. Mereka juga tidak tahu kapan bisa kembali berkumpul lagi. Tidak tahu juga bagaimana program Tim ini kedepannya karena masih menunggu evaluasi dari Badan Tim Nasional yang rencananya akan dilakukan akhir Oktober ini. Saat mereka tiba di Kampung halaman tentu ada rasa malu dan kecewa terutama saat mereka berhadapan dengan masyarakat yang selama ini selalu menyanjung bak pahlawan sepakbola. Mereka kecewa karena tidak mampu mewujudkan harapan masyarakat untuk bisa berlaga pada Piala Dunia U-20 di New Zealand tahun 2015 nanti.

Saatnya kini Timnas U-19 mendarat kembali menginjak bumi karena selama ini mereka seolah-olah ada di awang-awang terutama saat saat Tur Nusantara. Kinilah saatnya mereka kembali menuju kehidupan yang nyata. Mereka sekarang justru baru memulai memasuki karir sepakbola profesional ala Indonesia. Tentu nanti akan banyak rintangan dan tantangan yang harus mereka hadapi. Hanya dengan mental pemain sepakbola profesional semua halangan rintangan tersebut baru bisa dihadapi. Ketangguhan dan kemampuan mereka akan teruji dengan persaingan yang ketat dalam dunia sepakbola Nasional. Bakat-bakat muda Timnas U-19 ini akhirnya akan terseleksi secara alami, siapa nanti yang akan bertahan maka dia akan sukses karirnya sebagai pemain Tim Nasional. Saat ini menjadi awal bagi mereka untuk merebut kembali apa yang menjadi harapan-harapan selama ini yaitu prestasi mengangkat harkat Bangsa.

Selamat kembali menginjak bumi wahai Talenta-talenta Muda Sepakbola Indonesia. Jalan di depan masih terbuka lebar untuk dilalui menuju sukses. Tetap semangat Anak Muda. Ayo bangkit untuk kembali berprestasi.

Bandung 17 Oktober 2014



Thursday, October 16, 2014

Luis Suarez Terima Sepatu Emas dari Dalglish

Luis Suarez
Foto : Reuters/Phil Noble

BARCELONA--Streiker anyar Barcelona Luis Suarez menerima trofi Sepatu Emas dari mantan pelatihnya di Liverpool, Kenny Dalglish dalam sebuah perayaan di La Antiga Fabrica DAMM, Barcelona, Rabu (15/10). Suarez menerima penghargaan ini karena menjadi top skorer di liga besar Eropa dengan 31 gol, bersama dengan bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo.
"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh orang penting dalam hidup saya, istri dan anak saya. Dan tentu saja setiap orang di Liverpool, semua kolega saya bukan hanya tahun lalu, tapi selama tiga setengah tahun saya berada di klub itu," kata dia.
Ia mengatakan menjalani masa spektakuler bersama the Reds. Ia juga berterima kasih kepada Dalglish yang saat itu menjadi elatih Liverpool. Berkat Dalsglish, kata Suarez, ia bisa mendarat ke Liverpool.
"Sekarang saya memasuki periode baru dan menikmati panggung berikutnya dalam hidup saya. Ini mimpi menjadi nyata," kata dia.
Republika.co.id
Redaktur : Israr Itah