Sunday, August 23, 2026

Arsenal Menang di Laga Awal Premier League

 

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes (Foto AFP/Carlos Jasso). 

Hai Fans The Gunners ada kabar gembira pada awal kompetisi Premier League yaitu Arsenal mengawali upaya mempertahankan gelar mereka dengan kemenangan. 

Skuad asuhan Mikel Arteta tersebut mengalahkan tim promosi Coventry City dengan kemenangan 3 gol tanpa balas bertempat di Stadion Emirates London, Sabtu (22/8/26) dini hari WIB. 

Sang juara bertahan ini hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk keunggulan mereka dengan dua gol. 

Kai Havertz yang langsung menjadi starting eleven cukup 15 menit saja mampu membobol gawang Coventry. Gol ini adalah pembuka gol Arsenal dalam pertandingan musim 2026/27. 

Gol ini menjadi awal kinerja Arsenal menatap kompetisi Premier League musim baru. Dalam laga malam itu ada sosok winger rekrutan baru yang sudah mampu menunjukkan kinerja baik yaitu Christos Tzolis. 

Pemain sayap asal Yunani ini banyak terlibat untuk perfoma ciamik Arsenal di awal-awal laga dengan melepaskan satu tembakan, tapi masih meleset dari sasaran. Sementara itu satu tembakan lainnya berhasil diblok oleh bek Coventry, Bobby Thomas setelah skema sepak pojok. 

Gol perdana Arsenal malam itu juga ada andil dari pemain sayap baru ini. Berawal dari kerja sama umpan Tzolis dari Milan van Ewijk dan Riccardo Calafiori, Arsenal akhirnya unggul di menit ke-15. 

Pergerakan Riccardo Calafiori menguasai bola di sisi kanan pertahanan Coventry lalu memberikan umpan silang langsung disambar oleh Havertz ke sudut kanan bawah gawang Coventry. 

Malam itu Harvetz langsung turun sebagai starter sebagai juru gedor di lini depan menggantikan posisi Viktor Gyokeres yang duduk di bangku cadangan. 

Selama laga malam itu, Coventry, tim asuhan Frank Lampard, harus mendapatkan beberapa pelajaran sulit tentang pertahanan mereka dari para penyerang Arsenal. 

Usai gol Kai Havertz, 8 menit kemudian giliran Bukayo Saka membobol gawang Coventry untuk meunggulan Arsenal menjadi 2-0. 

Gol Bukayo Saka berawal ketika penjaga gawang Coventry, Carl Rushworth hanya mampu menepis umpan silang rendah dari Tzolis ke arah Saka. 

Pemain sayap The Three Lions ini tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan gawang yang tidak dijaga untuk menceploskan bola.

Pada babak kedua ketika laga baru berjalan 4 menit, giliran Sang Kapten Martin Odegaard mencetak gol ketiga memanfaatkan umpan tarik Ben White untuk keunggulan Arsenal 3-0 atas Coventry. 

Kerja keras dari kiper Coventry, Carl Rushworth memastikan skuad asuhan Frank Lampard tersebut terhindar dari hukuman kebobolan lebih lanjut dari para penyerang Arsenal. 

Kinerja Rushworth malam itu luar biasa menyelamatkan gawangnya dari kebobolan lebih banyak. Bagaimana dia menepis tendangan melengkung dari Myles Lewis-Skelly sehingga bola melewati mistar gawang dan kemudian berhasil menepis tendangan voli dari winger Arsenal, Tzolis.

Bagi Coventry City sendiri laga ini adalah pertandingan Liga Premier pertama mereka sejak tahun 2001 ketika mereka kembali ke Premier League. 

Dalam laga malam itu Coventry melihat ada peluang terbaik mereka untuk mencetak gol hiburan oleh Jack Rudoni, tetapi ia hanya mampu menyundul bola langsung ke arah David Raya yang mampu mengamankannya. 

Dari catatan resmi Premierleague, hasil laga tersebut menandai kemenangan ke-150 untuk Mikel Arteta di Liga Premier sebagai pelatih Arsenal setelah 249 pertandingan. 

Pencapaiannya menjadikan Arteta sebagai salah satu dari hanya lima manajer yang mencapai angka tersebut dalam kurang dari 250 pertandingan yaitu setelah Pep Guardiola (204 pertandingan), Jose Mourinho (231), Jurgen Klopp (237), dan Sir Alex Ferguson (247). Selamat untuk Arsenal.  

Salam sepak bola @hensa17

*****

Thursday, August 20, 2026

Arsenal Masih Dijagokan Juara Premier League

 

Arsenal Juara Community Shield 2026 (Foto AFP/Glyn Kirk). 

Kompetisi sepak bola di Eropa sudah kembali bergulir termasuk Premier League yang menjadi perhatian penggemar sepak bola Dunia. Musim barunya dimulai sejak Jumat 21 Agustus 2026. 

Juara bertahan Arsenal dalam laga perdananya akan menjamu Coventry, klub yang baru promosi. Laga berlangsung di Stadion Emirates London, Sabtu (22/8/26) pukul 02.00 WIB dini hari. 

Laga ini sekaligus sebagai laga pembuka kompetisi Premier League musim 2026-2027 resmi bergulir. Ada 20 klub yang akan berkiprah di ajang tersebut yaitu Arsenal, Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Aston Villa, West Ham United, Brighton, Burnley, Coventry, Crystal Palace, Everton, Brentford, Bournemouth, Fulham, Hull, Ipswich, Leeds United, Newcastle United. 

Dari 20 klub yang berkompetisi tersebut, ternyata Arsenal masih diunggulkan untuk bisa kembali meraih gelar pada musim 2026-2027. Ini artinya Arsenal favorit mempertahankan gelar kompetisi yang direbut mereka pada musim tahun lalu. 

Gambaran nyata sejauh mana persiapan Arsenal menghadapi kompetisi baru adalah ketika mereka berhasil meraih trofi pada ajang FA Community Shield. The Gunners menang 3 gol tanpa balas atas Manchester City sebagai penegang Piala FA. 

Pada ajang tersebut yang dikalahkan Arsenal adalah Manchester City, tim yang menjadi penantang serius dalam meraih juara Premier League selama tiga tahun terakhir ini. 

Meskipun saat ini The Citizens sudah tanpa pelatih Pep Guardiola, tetapi mereka masih mampu bersaing dengan pelatih barunya, Enzo Maresca yang tetap menerapkan filosofi sepak bola pendahulunya. 

Selain performa di FA Community Shield pekan lalu, Arsenal juga sudah menyiapkan pemain-pemain baru yang mereka rekrut dalam bursa transfer.  

Misalnya ada sosok pemain Yunani, Christos Tzolis yang memberi Mikel Arteta alasan untuk berpikir berbeda dalam meracik skuad asuhannya. 

Winger dari Club Brugge ini didatangkan dengan harga 34 juta poundsterling pada awal jendela transfer panas yang lalu. 

Tzolis telah menunjukkan ancaman yang cukup besar sejak kedatangannya, terlihat bagaimana performanya dalam debutnya bersama Arsenal di ajang Community Shield pekan lalu.

Kinerjanya dalam pertandingan pramusim Arsenal, Tzolis telah mencatatkan enam assist dan satu gol - termasuk dua assist di Community Shield ketika Arsenal melawan Manchester City. 

Sebenarnya sosok Tzolis ini memiliki catatan apik ketika musim lalu masih memperkuat Club Brugge dengan menorehkan 51 gol dalam 52 laga. 

Bagaimana dengan pesaing serius Arsenal pada musim baru ini. Manchester City masih menjadi tim yang harus tetap diperhitungkan oleh Mikel Arteta. 

Meskipun saat ini Pep Guardiola sudah tidak ada di Etihad, tetapi sebagian besar pendekatan taktis Manchester City di bawah pelatih barunya, Enzo Maresca akan mencerminkan pendekatan pendahulunya, Pep Guardiola. 

Mereka memiliki filosofi yang serupa dalam menerapkan sepak bola di lapangan. Gaya menyerang dan penguasaan bola menjadi pilihan yang tepat. 

Namun demikian masih ditemukan sebuah perubahan kunci yang dapat dilihat dari sentuhan sosok Enzo Maresca. 

Kita simak bagaimana pelatih asal Italia itu menggunakan pemain sayapnya sebagai pemain sayap yang lebih tradisional. 

Bahkan pendekatannya lebih ortodoks dengan pergerakkan pemain sayap murni yang mengingatkan pada era Raheem Sterling dan Leroy Sane. Dua winger pada masa-masa kejayaan Pep Guardiola saat melatih The Citizens. 

Saat ini dalam skuad asuhan Maresca, skuad City memiliki dua pemain sayap terbaik di liga dalam diri Antoine Semenyo dan Jeremy Doku. 

Dua winger ini sangat cepat seperti pemain-pemain sayap City dimasa lalu. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah untuk memanfaatkan kinerja mereka sebaik mungkin, apakah Maresca memiliki lini tengah yang mampu mendukung duo winger tersebut? 

Tim lain yang mungkin akan menjadi pesaing Arsenal seperti Liverpool, Chelsea, Manchester United juga menjadi perhitungan peluang mereka untuk meraih trofi Liga Inggris. 

Namun masih banyak kendala yang mereka hadapi dengan pelatih-pelatih mereka yang baru hadir bersama mereka. 

Liverpool masih memiliki kendala pada lini belakangnya yang harus dibenahi oleh pelatih baru mereka, Andoni Ireola. Virgil van Dijk membutuhkan waktu untuk lebih kompak bersama tandem-tandem barunya di lini belakang. 

Sementara Chelsea dengan pelatih barunya Xabi Alonso juag masih banyak pekerjaan rumah terutama dalam menerapkan formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1. Pemilihan sistem pertahanan dengan 4 bek dan 3 bek tengah ini yang harus dituntaskan oleh Alonso. 

Manchester United bersama pelatih Michael Carrick boleh optimis untuk bersaing dengan Arsenal, tetapi masalah-masalah internal harus segera dibereskan sebelum kompetisi bergulir.  

Penulis sendiri sepakat dengan kebanyakan pengamat di Premier League bahwa Arsenal berpelung besar mampu mempertahankan gelar Pemier League pada musim 2026-2027. 

Salam sepak bola @hensa17. 

*****