Friday, July 24, 2026

Potret Tim dari Asia di Piala Dunia 2026, Refleksi bagi Skuad Garuda

 

Pelatih Timnas Garuda, John Herdman (Foto Kompas.com/Sem Bagaskara). 

Timnas Garuda belum berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di USA, Meksiko dan Kanada. Setelah lolos sampai dengan ronde ke-4 zona Asia, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 1-2 dan kalah 0-1 dari Irak. 

Piala Dunia 2026 diikuti oleh 48 kontestan yang terbagi menjadi 12 grup. Asia diwakili oleh 9 tim yaitu Jepang, Australia, Iran, Korea Selatan, Qatar, Irak, Jordania, Arab Saudi, dan Uzbekistan. 

Mereka itulah yang bisa menjadi gambaran peta kekuatan sepak bola Asia. Dari 9 tim tersebut 7 tim tersisih dari persaingan pada fase grup yaitu Arab Saudi, Qatar, Irak, Uzbekistan, Jordania, Iran dan Korea Selatan. 

Hanya Jepang dan Australia adalah tim yang meraih posisi terbaik lolos ke fase 32 besar mendampingi tim-tim dari Eropa, Amerika Latin, Afrika, dan 3 tuan rumah USA, Kanada dan Meksiko. 

Meskipun demikian Jepang harus terhenti di babak 32 besar karena kalah tipis oleh Brasil dengan skor 1-2. Padahal saat itu Jepang sudah unggul 1-0 tapi Brasil memiliki mental jura sehingga berhasil membalikkan keadaan untuk unggul 2-1. 

Begitu pula dengan Australia setelah bertarung ketat lawan Mesir dan memaksakan Mohamed Salah dan koleganya bermain imbang 1-1 diwakti normal dan waktu perpanjangan, akhirnya Soccerous kalah dalam duel adu penalti. 

Dengan hasil tersebut maka habis sudah wakil dari Asia di babak 8 besar. Hasil ini juga memberikan gambaran selevel apa mutu sepak bola Asia. 

Pada babak 16 besar wakil Eropa diwakili oleh Spanyol, Prancis, Inggris, Belgia, Portugal, Norwegia. dan Swiss. Amerika Latin diwakili oleh Brasil, Argentina, Paraguay, dan Colombia. Afrika diwakili oleh Mesir dan Maroko. Sementara USA, Kanada dan Meksiko mewakili tuan rumah. 

Paling tidak pada babak 8 besar ini ada fakta yang memberikan gambaran bagaimana level sepak bola dunia pada saat ini. Sementara itu ada dua tim yang membuat kejutan yaitu memulangkan Jerman dan Belanda dalam drama adu penalti. 

Tim tersebut adalah Paraguay yang menang atas Jerman dan Maroko yang menang atas Belanda. Di antara Maroko dan Paraguay, skuad Maroko memiliki catatan tersendiri karena mereka masih layak menang atas Belanda sedangkan Paraguay ketika menang atas Jerman, hampir semua pengamat menyebutnya sebagai kejutan. 

Fakta tersebut juga membuktikan bahwa sepak bola Asia masih jauh tertinggal dari sepak bola dari belahan dunia lainnya seperti Afrika. Gambaran itu sangat jelas di babak 8 besar tidak ada satupun wakil dari Asia, sedangkan Afrika masih ada dua tim yang mewakilinya yaitu Maroko dan Mesir. 

Jepang saja yang sangat superior di Asia, mereka tidak mampu bersaing dengan tim-tim dari Amerika Latin seperti Brasil. Begitu juga Australia yang sepak bolanya berbasis kultur Eropa, belum cukup bagi mereka bersaing menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026. 

Qatar dan Arab Saudi yang jago kandang, keduanya tidak berkutik di fase grup mereka langsung tersisih sebagai juru kunici. Irak, Yordania dan Uzbekistan masih memperlihatkan performa yang lumayan, demikian juga dengan Korea Selatan dan Iran yang sempat membuka harapan masuk dalam 8 tim terbaik di peringkat ketiga. 

Bagaimana dengan posisi Timnas Garuda? Tentu saja dari ulasan tersebut kita bisa memberikan peta bagi skuad Garuda ada dimana? Paling tidak Jepang, Australia, Arab Saudi dan Irak pernah satu grup dalam persaingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang lalu. 

Skuad Garuda pernah menang atas Arab Saudi di Stadion GBK tetapi kalah dalam babak ke-4. Sementara menghadapi Australia, Jepang dan Irak, skuad Garuda belum pernah menang. 

Masih banyak yang harus dibenahi dari skuad Garuda bersama pelatih John Herdman. Biarkanlah pelatih asal Inggris yang pernah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 itu, bekerja sesuai dengan program yang sudah disiapkannya. 

Membenahi sepak bola tidak semudah memasak mie instan butuh waktu tenaga, pikiran dan biaya. Kita bisa melihat sendiri sejauh mana kualitas tim-tim dari Asia di Piala Dunia 2026, sangat tertinggal. 

Bravo Merah Putih @hensa17. 

*****

Thursday, July 23, 2026

Piala Dunia 2026, Membedah Data Statistik Semifinal Prancis vs Spanyol

Kylian Mbappe, bintan Prancis di Piala Dunia 2026 (Sumber AFP/Franck Fife). 

Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak semi final yang diawali laga Les Bleus Prancis menghadapi La Roja Spanyol pada Rabu (15/7/26) pukul 02.00 WIB dini hari dilanjutkan laga Argentina lawan Inggris, Kamis (16/7/26) pukul 02.00 WIB dini hari. 

Adanya 4 tim yang sudah resmi lolos ke semi final tersebut yaitu Prancis, Spanyol, Argentina dan Inggris sekaligus memastikan bahwa juara dunia belum melahirkan Juara Baru di Piala Dunia 2026. Empat tim tersebut adalah mantan juara Piala Dunia

Melihat performa 4 tim yang lolos ke babak semi final, mereka memang sangat layak berada di sana dengan kekuatan dan penampilan yang memiliki level lebih tinggi dibandingkan lawan-lawan mereka. 

Pada 4 besar ini, skuad Albiceleste, Argentina, Sang Juara bertahan dikepung oleh 3 tim dari Eropa. Sementara itu Lionel Messi masih menjadi sosok perhatian dunia dengan aksinya memimpin top skor sejauh ini dengan 8 gol. 

Menjelang laga semi final antara Prancis dan Spanyol yang banyak orang menganggap ini adalah pertemuan kepagian bagi mereka, diperkirakan bisa menghadirkan pertarungan yang ketat. 

Prancis adalah skuad finalis Piala Dunia 2022 di Qatar dan mereka saat ini jauh lebih diunggulkan oleh banyak pengamat karena performa dan konsistensi permainan Les Bleus selama babak sebelumnya. 

Namun demikian, Spanyol juga sudah membuktikan sebagai tim yang tidak bisa diremehkan dengan torehan mereka lolos ke semi final kali ini. 

Bicara Data Statistik Performa Prancis dan Spanyol di Piala Dunia 2026

Selama ajang Piala Dunia 2026 kedua tim sudah memainkan 6 laga dari sejak fase grup sampai perempat final yaitu 3 laga di fase grup dan 3 laga di fase knock out. Prancis berhasil menyapu bersih 6 laga tersebut dengan kemenangan sedangkan Spanyol sempat ditahan imbang oleh Tanjung Verde di fase grup. 

Merujuk pada data statistik Sofascore, menyebutkan bahwa rerata rating pemain-pemain Prancis memiliki nilai 7,16 lebih baik dari pemain-pemain Spanyol yaitu 7,11. 

Meskipun angka itu tipis, tapi bisa dilihat dari produktivitas gol Prancis lebih tinggi dari Spanyol. Prancis berhasil mencetak total 16 gol, sedangkan Spanyol hanya mencetak 11 gol. 

Gawang Prancis kebobolan lebih banyak yaitu 2 gol dibandingkan Spanyol yang hanya 1 gol. Skuad asuhan Didier Deschamps ini memiliki produktivitas sebanyak 14 gol lebih tinggi dari Spanyol yang hanya memiliki surplus 10 gol. 

Sekarang mari kita bandingkan performa para penyerang mereka. Prancis dalam menyerang memiliki tembakan on target sebanyak rerata 7,8 per laga sementara Spanyol hanya memiliki tembakan tepat sasaran sebanyak 6,7 tembakan per laga. 

Dalam hal jumlah asis yang mereka miliki, Prancis lebih unggul dengan 14 asis sedangkan Spanyol hanya 8 asis. Begitu pula dalam jumlah gol per laga Prancis lebih unggul dengan rata-rata 2,7 gol dibandingkan Spanyol yang hanya 1,8 gol. 

Kemampuan pertahanan Prancis dan Spanyol bisa kita lihat data statistik mereka. Gawang Prancis memiliki clean sheet sebanyak 4 laga sementara Spanyol lebih unggul dengan tidak kebobolan dalam 5 laga. 

Kebobolan hanya dengan 1 gol membuat skuad Spanyol mengungguli Prancis yang kebobolan dengan 2 gol. Pertahanan Spanyol terlihat lebih kokoh dibandingkan dengan Prancis. 

Hal ini menjadi menarik saat mereka bertanding dimana bertemunya kekuatan penyerang Prancis yang produktif menghadapi pertahanan Spanyol yang solid. 

Kylian Mbappe, Ousmane Dembelle, Michael Olise, dan Desire Doue menghadapi solidnya pertahan Spanyol dengan kuartet Dean Huijsen, Robin Le Normand, Marc Cucurella dan Pedro Porro. 

Juga sengitnya duel di lapangan tengah dimana duet pivot mereka saling berhadapan. Manu Kone dan Adrien Rabiot berhadapan dengan duet Spanyol, Martin Zubimendi dan Pedri. 

Namun demikian Prancis unggul dalam intercep bola di lapangan tengah. Mereka berhasil memotong bola rerata sebanyak 8,5 intercep per laga sedangkan Spanyol memiliki intercep sebanyak 7,5 per laga. 

Begitu pula kemampuan ball clearances per games. Prancis unggul dengan rerata 18,7 per laga dibandingkan Spanyol yang hanya 15 per laga. 

Kiper Prancis, Mike Maignan berhasil melakukan penyelamatan gawangnya dari kebobolan sebanyak rata-rata 1,5 save per laga sementara kiper Spanyol, Unai Simon hanya punya rata-rata 1,2 save per laga. 

Selama ini Spanyol menggunakan pola permainan dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Mereka unggul jauh dalam hal tersebut dengan 65,8 persen ball possesion terhadap lawan-lawan mereka. Begitu juga akurasi passing para pemain Spanyol mencapai angka sebesar rerata 90,4 persen per laga. 

Bandingkan dengan Prancis yang hanya memiliki penguasaan bola terhadap lawan-lawan mereka sebesar 58,5 persen dengan akurasi passing hanya sebesar rerata 88,4 persen per laga. Namun hal itu justru membuktikan bahwa permainan Prancis jauh lebih efektif dibandingkan dengan Spanyol. 

Dengan data performa kedua tim tersebut, maka Anda bisa memberikan prediksi, apakah Prancis ataukah Spanyol yang hadir dalam partai final Piala Dunia 2026. Silakan berikan pendapat sobat-sobat di kolom komentar. 

Salam olahraga @hensa17. 

*****