Thursday, July 30, 2026

Mikel Arteta Lawan Para Gurunya

 

Luis Enrique pelatih PSG lawan Arsenal di final Liga Champions (Foto FIFA /Getty Images/Hector Vivas via Kompas.com). 

Beberapa hari ini para Fans Arsenal sedang dilanda pesta besar merayakan keberhasilan klub kesayangan mereka yang berhasil meraih juara Premier League setelah menunggu selama 22 tahun. 

Adalah sosok Mikel Arteta pelatih kebanggaan para The Gunners yang berhasil membawa skuad asuhannya meraih gelar tersebut. Hal ini sekaligus mematahkan trauma baginya yang seakan dikutuk untuk selalu menjadi runner up selama 3 kali berturut-turut. 

Tahun kompetisi 2023-2024, Arsenal menjadi runner up dipecundangi Manchester City. Tahun berikutnya kembali klub asuhan Pep Guardiola ini memaksa Arsenal menjadi runner up. Tahun 2024-2025 giliran Liverpool yang mendepak Arsenal di posisi kedua. 

Untuk Pertama Kali Pecundangi Sang Guru 

Maka pada tahun ini Mikel Arteta telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih yang pertama di kompetisi terketat di Dunia ini yaitu Premier League. Baginya lebih istimewa karena dia berhasil mengalahkan Sang Guru untuk pertama kalinya. 

Arteta yang selama ini hanya pelatih yang menjadi bayang-bayang keberhasilan Pep Guardiola, telah menjelma menjadi sosok yang mampu mengalahkan mantan mentornya tersebut. 

Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City. Pengalaman ini yang menjadi modal penting baginya untuk membangun budaya baru ketika menjadi pelatih Arsenal. 

Pengalaman sebagai pemain, Arteta adalah pemain Arsenal dari tahun 2011 hingga 2016. Gelar yang pernah diraih yaitu mengangkat Piala FA dua kali sebagai kapten dan kemudian mengalami masa-masa sulit di akhir era saat itu bersama Arsen Wenger. 

Dalam tujuh tahunnya bersama Arsenal, sosok Arteta telah menjadi ahli motivasi bagi pemain-pemain asuhannya. Begitu juga kemampuannya dalam  menumbuhkan budaya berkinerja tinggi di klub London tersebut.

Gaya bermain Arsenal dengan formasi dasar 4-3-3 adalah formasi yang menjadi pakem Pep Guardiola di Manchester City. Formasi tersebut adalah gaya bermain menyerang yang dikenal selama ini dengan gaya Barcelona dimana Pep Guardiola pernah menjadi pemain dan pelatih Barcelona sebelumnya. 

Usai Pep Guardiola Kini Tantang Luis Enrique 

Mungkin kebetulan bahwa ketiga pelatih ini, Mikel Arteta, Guardiola dan Luis Enrique berkebangsaan Spanyol. Tapi bukan kebetulan kalau ketiganya adalah alumni dari Akademi Barcelona. 

Arteta dari Akademi barcelona pernah bermain bersama PSG, Rangers, Real Sociedad, Everton, dan terakhir bersama Arsenal yang saat itu dilatih Arsen Wenger pensiun di klub asal London itu pada tahun 2016. 

Dalam hal pengalaman dalam dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih, memang Mikel Arteta jauh lebih muda jam terbangnya dibandingkan kedua sosok seniornya tersebut. 

Namun DNA karakter permainan dari Barcelona sama-sama mereka miliki yaitu gaya bermain menyerang dengan penguasaan bola dan pressing tinggi. Arteta berhasil membangun Arsenal melalui gaya pemrianan tersebut. 

Baik Pep Guardiola di Manchester City maupun Luis Enrique pernah menjadi pelatih Barcelona, keduanya menggunakan filosofi sepak bola yang sama ketika mereka melatih klubnya yang sekarang, masing-masing Manchetser City dan Paris Saint Germain (PSG). 

Pecinta bola sudah banyak tahun bagaimana Pep Guardiola membangun The Citizenz, tetapi tidak begitu banyak orang paham bagaimana Luis Enrique membangun PSG. 

Sama seperti Guardiola, pada awal-awal menjadi pelatih PSG, banyak yang meragukan apakah filosofi sepak bola Enrique bisa cocok dengan PSG. 

Saat itu para jurnalis dan pundit masih mempertanyakan kemampuannya ketika pada 5 Juli 2023, Luis Enrique ditunjuk sebagai pelatih Paris Saint-Germain dengan kontrak berdurasi dua tahun (saat ini durasinya diperpanjang hingga 2030). 

Menghadapi para jurnalis dalam penampilan perdananya di hadapan media, juru taktik asal Spanyol itu menyampaikan sebuah janji yang hingga kini terus ia pegang teguh.

Janji Enrique itu adalah identitas permainan menyerang tidak bisa ditawar. Menurutnya identitas pola menyerang  bagi klub asuhannya itu tidak bisa ditawar. 

Enrique bertekad saat itu akan melatih skuad asuhanya bermain sebagai sebuah tim. Penguasaan bola menjadi karakter yang dibangun dengan kuat sebagai misi utamanya. 

Prestasi Enrique bersama PSG pada tahun 2025 nyaris dapat disebut sebagai sebuah karya yang sulit untuk dicari cela. Selain menyapu bersih gelar domestik, klub Paris tersebut juga menyingkirkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 untuk mengangkat trofi Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya. 

Kini Mikel Arteta akan berhadapan melawan Luis Enrique dalam final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/26) mulai pukul 23.00 WIB. Arsenal menghadapi PSG untuk merebut gelar tertinggi di Eropa. 

Bagi Arteta ini adalah tantangan yang sangat menarik karena ini adalah gelar sangat bergengsi sekaligus gelar perdananya bagi Arsenal di ajang Liga Champions. 

Salam olahraga @hensa17. 

Wednesday, July 29, 2026

Jepang Paling Moncer di Piala Dunia 2026

 

Pasukan Samurai Biru, Jepang (Foto Reuters/Eloisa Sanchez). 

Piala Dunia 2026 yang berlangsung di USA, Kanada dan Meksiko, mulai Kamis (25/6/26) tinggal merampungkan matchday ketiga di setiap grup sehingga dari babak fase grup ini sudah bisa diketahui tim mana saja yang berhak lolos ke fase knock out 32 besar. 

Pada Piala Dunia 2026 ini ada 48 tim yang terbagi menjadi 12 grup. Setiap juara dan runner up grup yang berjumlah 12 grup berhak lolos ke babak 32 besar ditambah 8 peringkat terbaik di setiap grup. 

Kita ketahui tim-tim wakil Asia di ajang terbesar Dunia ini adalah Korea Selatan di grup A, Qatar di grup B, Australia di grup D, Jepang di grup F, Iran di grup G, Arab Saudi di grup H, Irak di grup I, Jordania grup J dan Uzbekistan grup K. 

Mari kita ulas bagaimana peluang tim-tim dari Asia ini bisa lolos ke babak 32 besar setelah mereka menyelesaikan 2 laga di fase grup dan menyisakan satu laga lagi. 

Korea Selatan 

Kita mulai dari Korea Selatan di grup A. Tim dari Asia Timur ini setelah mengejutkan meraih kemenangan atas Republik Ceko pada laga perdananya, tapi di laga kedua mereka harus tunduk pada tuan rumah Meksiko. 

Posisinya sekarang ada di peringkat 2 dengan 3 poin, mengugguli perolehan yang dikoleksi oleh Republik Ceko yang hanya satu poin hasil imbang dengan Afrika Selatan. 

Dalam jadwal laga terakhirnya Korea Selatan akan menghadapi Afrika Selatan yang memiliki satu poin. Untuk lolos ke fase 32 besar Korea Selatan wajib menang agar lebih aman bisa mendampingi Meksiko yang sudah lolos lebih dulu. 

Bagaimana jika laga berakhir imbang? Korea Selatan tetap lolos tapi dengan syarat Republik Ceko kalah dari Meksiko atau bermain imbang. Jangan sampai Korea Selatan mengalami kekalahan. 

Bagaimana jika Republik Ceko menang? Untuk mengungkuli Korea Selatan Republik Ceko harus menang minimal dengan selish 2 gol pada saat Korea Selatan bermain imbang. 

Bila Korea Selatanmenang, apapun hasilnya pada laga lain tidak berpengaruh bagi lolosnya Tim Asia ini ke 32 besar. Jadwal Korea Selatan pertandingan berlangsung Kamis (25/6/26). 

Jepang 

Jepang adalah satu dari tim Asia yang memiliki peluang besar bisa lolos meraih tiket 32 ​​besar di Piala Dunia 2026. Saat ini Tim Samurai Biru ini ada di posisi kedua Grup F dengan 4 poin sama dengan peringkat 1, Belanda hanya kalah dari selisih gol. 

Sementara itu Swedia ada diperingkat 3 dengan 3 poin hasil dari kemenangan atas Tunsia tetapi kalah dari Belanda. Tim Eropa ini akan bertanding hidup mati melawan Jepang pada laga terakhirnya di fase grup. 

Dalam posisi seperti ini, Jepang hanya butuh satu poin sudah cukup lolos ke babak 32 besar minimal sebagai runner up Grup F sedangkan Swedia wajib meraih kemenangan untuk bisa lolos ke fase knock out. 

Rasa optimis ini wajar jika melihat performa Jepang saat menahan Belanda dengan skor 2-2 dan mengalahkan Tunisia 4 gol tanpa balas. 

Laga terakhirnya melawan Swedia menjadi laga pamungkas yang menentukan bagi Jepang. Pasukan Samurai Biru ini berada dalam kondisi percaya diri menghadapi lawan manapun di grup ini. Jadwal Jepang lawan Swedia berlangsung pada Jumat (26/6/26). 

Australia 

Tim Soccerous ini memiliki 3 poin dari kemenangan atas Turki dan kalah dari Amerika Serikat. Peroleh 3 poin itu sama dengan Paraguay yang menang atas Turki dan kalah dari Amerika Serikat. 

Mereka meiliki peluang lolos dengan satu syarat menang atas Paraguay di laga fase terakhir grup. Australia tidak boleh kalah dalam laga hidup mati ini. 

Atau minimal bermain imbang mereka sudah cukup karena Australia memiliki selisih gol lebih baik dari Paraguay. Laga fase grup terakhir Australia melawan Paraguay berlangsung pada Jumlat (26/6/26). 

Iran 

Di grup ini persaingannya sangat menarik. Semua tim masih punya peluang untuk lolos ke 32 besar. Mesir ada peringkat pertama dengan 4 poin. disusul Iran dengan 2 poin dan Belgia dengan 2 poin dan terakhir Selandia Baru dengan satu poin. 

Laga terakhir Iran akan menghadapi Mesir pada Sabtu (27/6/26). Mereka tidak boleh kalah atau imbang dalam laga ini, wajib menang atas Mesir. 

Jika Iran kalah dari Mesir mereka tersisih begitu juga saat hanya bermain imbang posisi terancam oleh Belgia yang melampaui koleksi poinnya. Sedangkan Mesir cukup bermain imbang sudah cukup lolos ke 32 besar. 

Tim Asia lainnya seperti Qatar di grup B, Arab Saudi di grup H, Irak di grup I, Jordania di grup J dan Uzbekistan di grup K, sangat kecil peluang untuk lolos karena mereka memiliki banyak defisit gol untuk Qatar (1 poin), Arab Saudi (1 poin). 

Sedangkan Irak, Yordania dan Uzbekistan sudah mengalami dua kekalahan sehingga kemanangan dalam laga terakhir mereka tidak mampu mendongkrak mereka ke posisi lolos ke 32 besar. 

Mari kita nikmati gelar Piala Dunia 2026 penuh gembira. Mungkin banyak yang bisa kita pelajari dari setiap laga mereka, terutama untuk kemajuan skuad Timnas Garuda di masa depan. 

Salam olahraga @hensa17. 

*****