Showing posts with label mikel arteta. Show all posts
Showing posts with label mikel arteta. Show all posts

Sunday, August 23, 2026

Arsenal Menang di Laga Awal Premier League

 

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes (Foto AFP/Carlos Jasso). 

Hai Fans The Gunners ada kabar gembira pada awal kompetisi Premier League yaitu Arsenal mengawali upaya mempertahankan gelar mereka dengan kemenangan. 

Skuad asuhan Mikel Arteta tersebut mengalahkan tim promosi Coventry City dengan kemenangan 3 gol tanpa balas bertempat di Stadion Emirates London, Sabtu (22/8/26) dini hari WIB. 

Sang juara bertahan ini hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk keunggulan mereka dengan dua gol. 

Kai Havertz yang langsung menjadi starting eleven cukup 15 menit saja mampu membobol gawang Coventry. Gol ini adalah pembuka gol Arsenal dalam pertandingan musim 2026/27. 

Gol ini menjadi awal kinerja Arsenal menatap kompetisi Premier League musim baru. Dalam laga malam itu ada sosok winger rekrutan baru yang sudah mampu menunjukkan kinerja baik yaitu Christos Tzolis. 

Pemain sayap asal Yunani ini banyak terlibat untuk perfoma ciamik Arsenal di awal-awal laga dengan melepaskan satu tembakan, tapi masih meleset dari sasaran. Sementara itu satu tembakan lainnya berhasil diblok oleh bek Coventry, Bobby Thomas setelah skema sepak pojok. 

Gol perdana Arsenal malam itu juga ada andil dari pemain sayap baru ini. Berawal dari kerja sama umpan Tzolis dari Milan van Ewijk dan Riccardo Calafiori, Arsenal akhirnya unggul di menit ke-15. 

Pergerakan Riccardo Calafiori menguasai bola di sisi kanan pertahanan Coventry lalu memberikan umpan silang langsung disambar oleh Havertz ke sudut kanan bawah gawang Coventry. 

Malam itu Harvetz langsung turun sebagai starter sebagai juru gedor di lini depan menggantikan posisi Viktor Gyokeres yang duduk di bangku cadangan. 

Selama laga malam itu, Coventry, tim asuhan Frank Lampard, harus mendapatkan beberapa pelajaran sulit tentang pertahanan mereka dari para penyerang Arsenal. 

Usai gol Kai Havertz, 8 menit kemudian giliran Bukayo Saka membobol gawang Coventry untuk meunggulan Arsenal menjadi 2-0. 

Gol Bukayo Saka berawal ketika penjaga gawang Coventry, Carl Rushworth hanya mampu menepis umpan silang rendah dari Tzolis ke arah Saka. 

Pemain sayap The Three Lions ini tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan gawang yang tidak dijaga untuk menceploskan bola.

Pada babak kedua ketika laga baru berjalan 4 menit, giliran Sang Kapten Martin Odegaard mencetak gol ketiga memanfaatkan umpan tarik Ben White untuk keunggulan Arsenal 3-0 atas Coventry. 

Kerja keras dari kiper Coventry, Carl Rushworth memastikan skuad asuhan Frank Lampard tersebut terhindar dari hukuman kebobolan lebih lanjut dari para penyerang Arsenal. 

Kinerja Rushworth malam itu luar biasa menyelamatkan gawangnya dari kebobolan lebih banyak. Bagaimana dia menepis tendangan melengkung dari Myles Lewis-Skelly sehingga bola melewati mistar gawang dan kemudian berhasil menepis tendangan voli dari winger Arsenal, Tzolis.

Bagi Coventry City sendiri laga ini adalah pertandingan Liga Premier pertama mereka sejak tahun 2001 ketika mereka kembali ke Premier League. 

Dalam laga malam itu Coventry melihat ada peluang terbaik mereka untuk mencetak gol hiburan oleh Jack Rudoni, tetapi ia hanya mampu menyundul bola langsung ke arah David Raya yang mampu mengamankannya. 

Dari catatan resmi Premierleague, hasil laga tersebut menandai kemenangan ke-150 untuk Mikel Arteta di Liga Premier sebagai pelatih Arsenal setelah 249 pertandingan. 

Pencapaiannya menjadikan Arteta sebagai salah satu dari hanya lima manajer yang mencapai angka tersebut dalam kurang dari 250 pertandingan yaitu setelah Pep Guardiola (204 pertandingan), Jose Mourinho (231), Jurgen Klopp (237), dan Sir Alex Ferguson (247). Selamat untuk Arsenal.  

Salam sepak bola @hensa17

*****

Thursday, August 20, 2026

Arsenal Masih Dijagokan Juara Premier League

 

Arsenal Juara Community Shield 2026 (Foto AFP/Glyn Kirk). 

Kompetisi sepak bola di Eropa sudah kembali bergulir termasuk Premier League yang menjadi perhatian penggemar sepak bola Dunia. Musim barunya dimulai sejak Jumat 21 Agustus 2026. 

Juara bertahan Arsenal dalam laga perdananya akan menjamu Coventry, klub yang baru promosi. Laga berlangsung di Stadion Emirates London, Sabtu (22/8/26) pukul 02.00 WIB dini hari. 

Laga ini sekaligus sebagai laga pembuka kompetisi Premier League musim 2026-2027 resmi bergulir. Ada 20 klub yang akan berkiprah di ajang tersebut yaitu Arsenal, Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Aston Villa, West Ham United, Brighton, Burnley, Coventry, Crystal Palace, Everton, Brentford, Bournemouth, Fulham, Hull, Ipswich, Leeds United, Newcastle United. 

Dari 20 klub yang berkompetisi tersebut, ternyata Arsenal masih diunggulkan untuk bisa kembali meraih gelar pada musim 2026-2027. Ini artinya Arsenal favorit mempertahankan gelar kompetisi yang direbut mereka pada musim tahun lalu. 

Gambaran nyata sejauh mana persiapan Arsenal menghadapi kompetisi baru adalah ketika mereka berhasil meraih trofi pada ajang FA Community Shield. The Gunners menang 3 gol tanpa balas atas Manchester City sebagai penegang Piala FA. 

Pada ajang tersebut yang dikalahkan Arsenal adalah Manchester City, tim yang menjadi penantang serius dalam meraih juara Premier League selama tiga tahun terakhir ini. 

Meskipun saat ini The Citizens sudah tanpa pelatih Pep Guardiola, tetapi mereka masih mampu bersaing dengan pelatih barunya, Enzo Maresca yang tetap menerapkan filosofi sepak bola pendahulunya. 

Selain performa di FA Community Shield pekan lalu, Arsenal juga sudah menyiapkan pemain-pemain baru yang mereka rekrut dalam bursa transfer.  

Misalnya ada sosok pemain Yunani, Christos Tzolis yang memberi Mikel Arteta alasan untuk berpikir berbeda dalam meracik skuad asuhannya. 

Winger dari Club Brugge ini didatangkan dengan harga 34 juta poundsterling pada awal jendela transfer panas yang lalu. 

Tzolis telah menunjukkan ancaman yang cukup besar sejak kedatangannya, terlihat bagaimana performanya dalam debutnya bersama Arsenal di ajang Community Shield pekan lalu.

Kinerjanya dalam pertandingan pramusim Arsenal, Tzolis telah mencatatkan enam assist dan satu gol - termasuk dua assist di Community Shield ketika Arsenal melawan Manchester City. 

Sebenarnya sosok Tzolis ini memiliki catatan apik ketika musim lalu masih memperkuat Club Brugge dengan menorehkan 51 gol dalam 52 laga. 

Bagaimana dengan pesaing serius Arsenal pada musim baru ini. Manchester City masih menjadi tim yang harus tetap diperhitungkan oleh Mikel Arteta. 

Meskipun saat ini Pep Guardiola sudah tidak ada di Etihad, tetapi sebagian besar pendekatan taktis Manchester City di bawah pelatih barunya, Enzo Maresca akan mencerminkan pendekatan pendahulunya, Pep Guardiola. 

Mereka memiliki filosofi yang serupa dalam menerapkan sepak bola di lapangan. Gaya menyerang dan penguasaan bola menjadi pilihan yang tepat. 

Namun demikian masih ditemukan sebuah perubahan kunci yang dapat dilihat dari sentuhan sosok Enzo Maresca. 

Kita simak bagaimana pelatih asal Italia itu menggunakan pemain sayapnya sebagai pemain sayap yang lebih tradisional. 

Bahkan pendekatannya lebih ortodoks dengan pergerakkan pemain sayap murni yang mengingatkan pada era Raheem Sterling dan Leroy Sane. Dua winger pada masa-masa kejayaan Pep Guardiola saat melatih The Citizens. 

Saat ini dalam skuad asuhan Maresca, skuad City memiliki dua pemain sayap terbaik di liga dalam diri Antoine Semenyo dan Jeremy Doku. 

Dua winger ini sangat cepat seperti pemain-pemain sayap City dimasa lalu. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah untuk memanfaatkan kinerja mereka sebaik mungkin, apakah Maresca memiliki lini tengah yang mampu mendukung duo winger tersebut? 

Tim lain yang mungkin akan menjadi pesaing Arsenal seperti Liverpool, Chelsea, Manchester United juga menjadi perhitungan peluang mereka untuk meraih trofi Liga Inggris. 

Namun masih banyak kendala yang mereka hadapi dengan pelatih-pelatih mereka yang baru hadir bersama mereka. 

Liverpool masih memiliki kendala pada lini belakangnya yang harus dibenahi oleh pelatih baru mereka, Andoni Ireola. Virgil van Dijk membutuhkan waktu untuk lebih kompak bersama tandem-tandem barunya di lini belakang. 

Sementara Chelsea dengan pelatih barunya Xabi Alonso juag masih banyak pekerjaan rumah terutama dalam menerapkan formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1. Pemilihan sistem pertahanan dengan 4 bek dan 3 bek tengah ini yang harus dituntaskan oleh Alonso. 

Manchester United bersama pelatih Michael Carrick boleh optimis untuk bersaing dengan Arsenal, tetapi masalah-masalah internal harus segera dibereskan sebelum kompetisi bergulir.  

Penulis sendiri sepakat dengan kebanyakan pengamat di Premier League bahwa Arsenal berpelung besar mampu mempertahankan gelar Pemier League pada musim 2026-2027. 

Salam sepak bola @hensa17. 

***** 

Monday, August 17, 2026

Arsenal Juara Community Shield Usai Menang Telak atas Manchester City


 Arsenal juara Community Shield 2026 (Foto AFP/Adrian Dennis). 

Mikel Arteta semakin kokoh sebagai pelatih tersukses di Liga Inggris ketika skuad asuhannya The Gunners Arsenal berhasil menang telak 3-0 atas Manchester City di ajang Community Shield 2026. 

Laga tersebut berlangsung pada Minggu (16/8/26) di Principality Stadium Cardiff. Community Shield yang sebelumnya adalah Charity Shield merupakan ajang tahunan dalam sepak bola Inggris yang menggelar laga antara juara Liga Primer dan juara Piala FA. 

Namun pada saat tim yang sama memenangkan Liga Primer dan Piala FA, maka pertandingan dimainkan melawan runner-up Liga Primer. Laga Community Shield juga sebagai penanda awal dimulainya Premier League musim baru. 

Kemenangan Arsenal atas The Citizens pada malam itu mencatatkan rekor baru dari skuad asal London ini dalam meraih Trofi Community Shield menjadi 17 kali menyamai rekor Manchester United yang selama ini memegang rekor. 

Dalam sejarahnya Manchester United telah bermain sebanyak 21 laga di ajang Community Shield dengan meraih 17 kemenangan dan 4 hasil imbang. Saat ini rekor Arsenal juga dengan 17 kemenangan, tetapi satu hasil imbang. 

Tim lainnya adalah Liverpool dengan 11 kemenangan, 5 hasil imbang dan Everton dengan 8 kemenangan dan satu hasil imbang. Sebelum tahun 1993, laga imbang dalam ajang tersebut dinobatkan sebagai juara bersama. 

Dari awal Arsenal sudah percaya diri menghadapi laga ini. Terbukti laga baru berjalan satu menit, bek asal Italia, Riccardo Calafiori mencetak gol cepat setelah memanfaatkan umpan tarik di sisi sayap dengan sepaknnya bersarang di tiang dekat gawang City yang dikawal Donnarumma.  

Arsenal menggandakan kemenangan ketika Kai Harvetz berhasil kembali membobol gawang The Citizens untuk keunggulan menjadi 2-0. 

Tidak mau ketinggalan Martin Odegaard melengkapi kemenangan Arsenal menjadi 3-0 dalam laga tersebut untuk memastikan mereka berhasil merebut trofi Community Shield tahun 2026. 

Kemenangan Arsenal ini bukan saja menyamai rekor yang pernah dicapai oleh Manchester United dengan 17 kali jura, tetapi juga menegaskan bahwa sosok Mikel Arteta sebagai pelatih terbaik di Liga Inggris. 

Pada musim kompetisi tahun 2026-2027 ini Manchester City sudha tidak lagi dilatih oleh Pep Guardiola tetapi dilatih oleh Enzo Maresca.  

Skuad peninggalan Pep Guardiola ini sebenarnya masih realtif utuh dimana beberapapemainnya masih ada di sana seperti penyerang Erling Haaland, Phil Foden, Jeremy Doku, kiper Donnarumma, Bek Ruben Dias, Josco Gvardiol, Nico O'Really. Mateo Kovacic. 

Hanya Rodri yang sekarang dalam posisi dilepas di bursa transfer yang masih dalam proses nego dengan Barcelona. Dengan komposisi seperti itu seharusnya Maresca bisa mengoptimalkan skuad asuhannya. 

Namun ternyata tidak berjalan dengan baik ketika Maresca menerapakn pola formasi 4-2-3-1 dimana Haaland diplot sebagai striker tunggal yang ditopang oleh Phil Foden sebagai penyerang lubang dan duet winger Jeremy Doku, Antoine Semenyo. Mereka masih buntu berhadapan dengan kuartet bek Arsenal yang dipimpin oleh duet bek tengah, Gabriel Magalhaes dan Christhian Mosquera. 

Sementara itu Mikel Arteta meracik skuad asuhannya dengan formasi pakemnya yaitu 4-3-3 yang selama ini sudah terbukti mampu meraih hasil terbaik dalam laga tersebut.  

Trio penyerang Arsenal yaitu Kai Havertz diapit oleh duet winger yaitu pemain baru yang ditransfer dari Chelsea, Noni Madueke dan Christos Tzolis. Sementara di tengah ada trio Martin Odegaard yang daipit oleh Bruno Guemares rekrutan baru Arsenal dan Myles Lewis-Skelly. 

Keseimbangan tim ada dalam tanggung jawab mereka sekaligus meringankan beban lini pertahanan yang diperkuat oleh kuartet, Riccado Calaifiori, Gabriel Megalhaes, Christhian Mosquera dan Ben White.  Serta David Raya tangguh berada di bawah mistar gawang The Gunners. 

Menyimak laga tersebut, terlihat Arsenal sudah siap menghadapi rangkaian laga di kompetisi Premier League tahun 2026-2027. Mikel Arteta juga berhasil memberdayakan pemian-pemain rekrutan barunya seperti Bruno Guemares dan Myles Lewis-Skelly. 

Usai sudah Community Shield tahun 2026 sekaligus menandakan bahwa kompetisi Premier League segera bergulir pada pekan berikutnya. 

Salam olahraga @hensa17. 

***** 

Sunday, August 16, 2026

Arsenal Ditantang Manchester City di Ajang Community Shield 2026


 Arsenal sebagai juara Liga Inggris ditantang Manchester City juara FA Cup dalam laga Community Shield 2026 (Foto AFP/Glyn Kirk). 

Football Association Community Shield (sebelumnya Charity Shield ) adalah pertandingan tahunan dalam sepak bola Inggris yang diperebutkan di Stadion Wembley antara juara Liga Primer musim sebelumnya dan pemegang Piala FA . Jika tim yang sama memenangkan liga dan Piala FA, pertandingan dimainkan melawan runner-up Liga Primer. Kompetisi ini setara dengan Piala Super di negara lain. 

Tim-tim paling sukses dalam kompetisi ini adalah Manchester United (17 kemenangan langsung, 4 hasil imbang), Arsenal (16 kemenangan langsung, 1 hasil imbang), Liverpool (11 kemenangan langsung, 5 hasil imbang) dan Everton (8 kemenangan langsung, 1 hasil imbang).

Chelsea (2010, 2012, 2015, 2017 dan 2018) dan Newcastle United (1932, 1951, 1952, 1955 dan 1996) memiliki rekor penampilan terpanjang tanpa memenangkan atau berbagi trofi. 

Pada pembuka musim kompetisi 2026-2027. Arsenal sebagai juara Liga Inggris akan berhadapan lawan Manchester City sebagai juara FA. 

Dalam Community Shield nanti, baik Arsenal maupun Man City sama-sama bakal memainkan kekuatan terbaik, meskipun beberapa pilar bakal absen. 

Di kubu The Gunners, William Saliba dan Jurrien Timber akan absen karena cedera, sedangkan The Citizens tidak akan diperkuat Rodri yang juga dalam pemulihan.

Tanpa Rodri, pelatih Enzo Maresca bisa memainkan Nico Gonzalez di posisi sentral tersebut. Sementara Mikel Arteta bakal menurunkan Cristhian Mosquera dan Ben White guna menggantikan Saliba dan Timber.

Pertandingan ini bakal jadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Maresca uji 'kompetensi' sebagai pelatih baru Man City sekaligus suksesor Pep Guardiola. Mikel Arteta juga perlu membuktikan konsistensinya sebagai juara musim lalu. 

Sejumlah pemain baru Arsenal dan Man City juga bisa dimainkan di Community Shield. Hanya saja, Man City tidak akan memainkan Elliot Anderson sejak awal lantaran lebih percaya dengan Nico Gonzalez. 

Sementara Bruno Guimaraes yang didatangkan Arsenal dari Newcastle United berpeluang bermain sebagai starter bersama Myles Lewis-Skelly.

Thursday, July 30, 2026

Mikel Arteta Lawan Para Gurunya

 

Luis Enrique pelatih PSG lawan Arsenal di final Liga Champions (Foto FIFA /Getty Images/Hector Vivas via Kompas.com). 

Beberapa hari ini para Fans Arsenal sedang dilanda pesta besar merayakan keberhasilan klub kesayangan mereka yang berhasil meraih juara Premier League setelah menunggu selama 22 tahun. 

Adalah sosok Mikel Arteta pelatih kebanggaan para The Gunners yang berhasil membawa skuad asuhannya meraih gelar tersebut. Hal ini sekaligus mematahkan trauma baginya yang seakan dikutuk untuk selalu menjadi runner up selama 3 kali berturut-turut. 

Tahun kompetisi 2023-2024, Arsenal menjadi runner up dipecundangi Manchester City. Tahun berikutnya kembali klub asuhan Pep Guardiola ini memaksa Arsenal menjadi runner up. Tahun 2024-2025 giliran Liverpool yang mendepak Arsenal di posisi kedua. 

Untuk Pertama Kali Pecundangi Sang Guru 

Maka pada tahun ini Mikel Arteta telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih yang pertama di kompetisi terketat di Dunia ini yaitu Premier League. Baginya lebih istimewa karena dia berhasil mengalahkan Sang Guru untuk pertama kalinya. 

Arteta yang selama ini hanya pelatih yang menjadi bayang-bayang keberhasilan Pep Guardiola, telah menjelma menjadi sosok yang mampu mengalahkan mantan mentornya tersebut. 

Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City. Pengalaman ini yang menjadi modal penting baginya untuk membangun budaya baru ketika menjadi pelatih Arsenal. 

Pengalaman sebagai pemain, Arteta adalah pemain Arsenal dari tahun 2011 hingga 2016. Gelar yang pernah diraih yaitu mengangkat Piala FA dua kali sebagai kapten dan kemudian mengalami masa-masa sulit di akhir era saat itu bersama Arsen Wenger. 

Dalam tujuh tahunnya bersama Arsenal, sosok Arteta telah menjadi ahli motivasi bagi pemain-pemain asuhannya. Begitu juga kemampuannya dalam  menumbuhkan budaya berkinerja tinggi di klub London tersebut.

Gaya bermain Arsenal dengan formasi dasar 4-3-3 adalah formasi yang menjadi pakem Pep Guardiola di Manchester City. Formasi tersebut adalah gaya bermain menyerang yang dikenal selama ini dengan gaya Barcelona dimana Pep Guardiola pernah menjadi pemain dan pelatih Barcelona sebelumnya. 

Usai Pep Guardiola Kini Tantang Luis Enrique 

Mungkin kebetulan bahwa ketiga pelatih ini, Mikel Arteta, Guardiola dan Luis Enrique berkebangsaan Spanyol. Tapi bukan kebetulan kalau ketiganya adalah alumni dari Akademi Barcelona. 

Arteta dari Akademi barcelona pernah bermain bersama PSG, Rangers, Real Sociedad, Everton, dan terakhir bersama Arsenal yang saat itu dilatih Arsen Wenger pensiun di klub asal London itu pada tahun 2016. 

Dalam hal pengalaman dalam dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih, memang Mikel Arteta jauh lebih muda jam terbangnya dibandingkan kedua sosok seniornya tersebut. 

Namun DNA karakter permainan dari Barcelona sama-sama mereka miliki yaitu gaya bermain menyerang dengan penguasaan bola dan pressing tinggi. Arteta berhasil membangun Arsenal melalui gaya pemrianan tersebut. 

Baik Pep Guardiola di Manchester City maupun Luis Enrique pernah menjadi pelatih Barcelona, keduanya menggunakan filosofi sepak bola yang sama ketika mereka melatih klubnya yang sekarang, masing-masing Manchetser City dan Paris Saint Germain (PSG). 

Pecinta bola sudah banyak tahun bagaimana Pep Guardiola membangun The Citizenz, tetapi tidak begitu banyak orang paham bagaimana Luis Enrique membangun PSG. 

Sama seperti Guardiola, pada awal-awal menjadi pelatih PSG, banyak yang meragukan apakah filosofi sepak bola Enrique bisa cocok dengan PSG. 

Saat itu para jurnalis dan pundit masih mempertanyakan kemampuannya ketika pada 5 Juli 2023, Luis Enrique ditunjuk sebagai pelatih Paris Saint-Germain dengan kontrak berdurasi dua tahun (saat ini durasinya diperpanjang hingga 2030). 

Menghadapi para jurnalis dalam penampilan perdananya di hadapan media, juru taktik asal Spanyol itu menyampaikan sebuah janji yang hingga kini terus ia pegang teguh.

Janji Enrique itu adalah identitas permainan menyerang tidak bisa ditawar. Menurutnya identitas pola menyerang  bagi klub asuhannya itu tidak bisa ditawar. 

Enrique bertekad saat itu akan melatih skuad asuhanya bermain sebagai sebuah tim. Penguasaan bola menjadi karakter yang dibangun dengan kuat sebagai misi utamanya. 

Prestasi Enrique bersama PSG pada tahun 2025 nyaris dapat disebut sebagai sebuah karya yang sulit untuk dicari cela. Selain menyapu bersih gelar domestik, klub Paris tersebut juga menyingkirkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 untuk mengangkat trofi Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya. 

Kini Mikel Arteta akan berhadapan melawan Luis Enrique dalam final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/26) mulai pukul 23.00 WIB. Arsenal menghadapi PSG untuk merebut gelar tertinggi di Eropa. 

Bagi Arteta ini adalah tantangan yang sangat menarik karena ini adalah gelar sangat bergengsi sekaligus gelar perdananya bagi Arsenal di ajang Liga Champions. 

Salam olahraga @hensa17. 

Saturday, July 25, 2026

 

Arsenal gagal juara Liga Champions setelah kalah 3-4 dari PSG dalam adu penalti (Foto AFP/Inna Fassbender).

Sahabat bola terutama para penggemar Arsenal, malam tadi pasti merasakan rasa kecewa yang menyakitkan karena tim pujaan The Gunners gagal meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya usai kalah dari Paris Saint Germain (PSG). 

Rasa kecewa itu sangat wajar karena bagaimana tidak, Arsenal sudah unggul 1-0 atas Paris Saint Germain ketika laga baru berlangsung 6 menit berkat gol dari Kai Harvetz. 

Namun disayangkan pada babak kedua, Paris Saint Germain berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti oleh Ousmane Dembele. 

Hukuman penalti untuk Arsenal terjadi setelah defender Arsenal, Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di area dalam pertahanannya. 

Arsenal sangat berambisi mengincar gelar Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun penampilan final terakhir mereka dan juga untuk melengkapi raihan ganda bersejarah setelah memenangkan gelar Liga Premier.

Namun kenyataan di lapangan pada malam itu meskipun sudah unggul, tapi akhirnya harus mengakui keunggulan Paris Saint Germain dalam duel adu penalti dengan skor 3-4 setelah dalam waktu normal mereka bermain imbang 1-1. 

Hasil ini sungguh sangat ironi bagi skuad asuhan Mikel Arteta ini. Bayangkan selama babak grup, 16 besar, perempat final, semi final di ajang Liga Champions, mereka tidak pernah terkalahkan. Satu-satunya kekalahan justru terjadi di babak final sehingga gagal juara. 

Bagi Mikel Arteta hasil ini harus menjadi catatan penting dalam mempersiapkan skuadnya menghadapi Liga Champions musim depan. Jika Arteta tidak total menyiapkan skuadnya, maka jangan harap Arsenal bisa kembali masuk pada babak-babak akhir. 

Malam itu raut wajah Arteta memang terlihat tenang. Namun hatinya mungkin merasakan rasa pedih pada saat gelar sudah dalam genggaman kedua tangannya, tetapi harus lepas kembali direngut oleh lawan. 

Malah malam itu dia juga masih sempat mengajak tim asuhannya mendekati tribun yang dipenuhi oleh para suporter Arsenal yang tetap mendukung dengan tepuk tangan mereka, walaupun mata mereka basah dengan tangisan. 

Wajah-wajah pemain Arsenal yang lesu dan lelah. Namun mereka tetap tegak berjalan ke podium untuk menerima medali dari Presiden UEFA. 

Drama final Liga Champions yang berlangsung di Puskas Arena Budapest, Sabtu (30/5/26) itu bagi Paris Saint Germain merupakan keberhasilan mereka mempertahankan gelar yang direbut pada musim kompetisi tahun sebelumnya. 

PSG menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar ini sejak Real Madrid melakukan hal yang sama antara tahun 2015 dan 2018 yang berhasil mempertahankan trofi Eropa tersebut. 

Malam itu pertahanan Arsenal sangat tangguh dengan berlapis antar lini yang menyulitkan penetrasi pemain-pemain PSG masuk ke area penalti Arsenal. 

Ini jauh berbeda dari kemenangan telak 5-0 yang diraih Paris Saint-Germain ketika mereka menang telak melawan Inter Milan dalam final tahun lalu. 

Ketangguhan pertahanan Arsenal ini yang membuat mereka tidak terkalahkan di Liga Champions. Begitu juga saat menghadapi PSG di final, hingga akhir pertandingan, mereka berhasil meredam serangan dahsyat PSG.

Kekalahan Arsenal dari PSG melalui drama adu penalti terasa kurang adil dan sangat menyakitkan. Namun hasil ini harus menjadi catatan bagi sosok Mikel Arteta bahwa bermain dengan pola pragmatis selalu berisiko seperti ini. 

Melihat kiprah Arsenal di final pada malam itu seakan momen ironi dari pelatih Mikel Arteta yang sebelumnya gemar dengan pola menyerang, kini berubah pada pola bertahan total dengan mengandalkan serangan balik. 

Pola bertahan seperti ini bolehlah meraih hasil karena mereka mampu menahan para penyerang PSG sampai 120 menit dan memaksakan mereka untuk adu penalti. 

Namun jika pola permainan ini akan diterapkan pada kompetisi musim depan, baik di Premier League atau di Liga Champions, maka jangan berharap Mikel Arteta bisa berhasil mencapai prestasi seperti yang saat ini dia raih. 

Salam olahraga @hensa17. 

*****