Showing posts with label hensa17. Show all posts
Showing posts with label hensa17. Show all posts

Thursday, August 13, 2026

Timnas Garuda Incar Juara FIFA ASEAN Cup 2026


 Timnas Garuda di ajang Piala AFF 2026 (Foto Dok. PSSI). 

Timnas Garuda menargetkan juara di ajang turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta mulai 24 September - 4 Oktober 2026. Turnamen yang pertama kalinya digelar oleh FIFA untuk kawasan negara-negara ASEAN. 

Hal ini sebagai obat kegagalan di ajang Piala AFF 2026 dimana Timnas Indonesia harus terhenti di fase grup ketika disingkirkan Singapore. 

Pada turnamen yang menjadi supremasi tertinggi antarnegara Asia Tenggara itu, Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup pada edisi tahun 2026 ini. 

Kepastian itu didapat setelah Rizky Ridho dan kolega meraih hasil imbang 1-1 kontra Timnas Singapura pada duel di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026). 

Hasil tersebut membuat Indonesia hanya mengumpulkan 7 poin dari empat pertandingan di Grup A. Raihan tersebut tidak cukup untuk mengungguli jumlah poin dari Vietnam dan Singapura yang finis sebagai juara grup dan runner up sekaligus memastikan langkahnya ke semifinal. 

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, pun menargetkan juara di FIFA ASEAN Cup 2026 selepas Indonesia gagal total di Piala AFF 2026. 

Ini adalah target yang realistis karena turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 diselenggarakan bertepatan dengan Jeda International FIFA Matchday bulan September-Oktober 2026. 

Dengan demikian semua pemain terbaik Timnas Indonesia bisa memperkuat skuad Garuda seperti Jay Idzes, Kevin Dick, Calvin Verdonk,Natahn, Justin Hubner, Elkan Baggott, Ole Romany. 

Dengan skuad lengkap diharapkan Timnas Indonesia bisa juara. Apalagi turnamen ini juga diselenggarakan di Jakarta sehingga mendapat dukungan penuh para suporter. 

Indonesia berada di grup A bersama Malaysia, Singapore dan India sementara grup B terdiri dari Thailand, Filipina, Myanmar dan Pakistan. Hanya juara grup yang berhak berebut juara di final sedangkan para runner up grup memperebutkan peringkat 3. 

Semoga pelatih John Herdman bisa mempersiapkan skuad Garuda asuhannya sebaik mungkin dengan target tertinggi yaitu juara FIFA ASEAN Cup 2026. 

Bravo Merah Putih @hensa17. 


Wednesday, August 12, 2026

Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA ASEAN CUP 2026

 

Timnas Indonesia asuhan John Herdman yang bermain di Piala AFF 2026 (Foto PSSI). 

Timnas Indonesia setelah gagal di ajang Piala AFF 2026 ketika mereka hanya mampu berada di peringkat 3 grup A yang terdiri dari Vietnam (peringkat satu), Singapore (peringkat dua), Kamboja dan Timor Leste. 

Kini Garuda sudah harus kembali mempersiapkan diri menghadapi turnamen yang jauh lebih bergengsi yaitu FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta mulai 24 September sampai 4 Otober 2026. 

Turnamen ini penyelenggara adalah Federasi sepak bola Dunia FIFA, walaupun lingkup pesertanya adalah negara-negara di ASEAN dan dua peserta tamu yaitu India dan Pakistan serta Hongkong. 

FIFA membagi dua divisi dalam ajang tersebut yaitu Divisi Satu yang terdiri dari Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapore, India dan Pakistan. 

Sedangkan Divisi Dua adalah Myanmar, Kamboja, Timor Leste, Laos, Brunei Darussalam dan Hongkong. Semua pertandingan pada divisi dua berlangsung di Hongkong.  

Untuk Divisi Satu terbagi menjadi dua grup yaitu Grup A adalah Indonesia, Malaysia, Singapore dan India. Grup B adalah Thailand, Vietnam, Filipina dan Pakistan. 

Mereka akan bertanding dalam format setengah kompetisi untuk menentukan juara dan runner up grup. Kemudian babak final langsung mempertemukan masing-masing juara grup sebagai finalis dan runner up grup sebegai laga perebutan tempat ketiga. 

Timnas Indonesia dalam menghadapi ajang ini sudah pasti akan diperkuat oleh seluruh kekuatan pemain-pemain yang bermain di Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Dick, Ole Romany, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Marten Paes, Emil Audero, Justin Hubner, Natahn Tjoe- A-Oen, Mees Helger. 

Mereka adalah pemain kita yang bermain di kompetisi Eropa, yang pasti diizinkan oleh klub mereka karena turnamen ini diselenggarakan FIFA di jeda International FIFA Match day pada bulan September-Oktober 2026. 

Indonesia bersyukur ditunjuk sebagai tuan rumah ajang FIFA ASEAN Cup yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2026 sebagai tonggak sejarah baru sepak bola di ASEAN. 

Pertandingan pada ajang bergengsi ini akan dilangsungkan di dua stadion yaitu Gelora Bung Karno Jakarta dan Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung. 

Fans Merah Putih sangat antusias menyambut turnamen milik FIFA ini dan berharap skuad Garuda bisa meraih juara di kandang sendiri. Semoga. 

Salam olahraga @hensa17. 

***** 

Saturday, August 8, 2026

Timnas Garuda Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

 

John Herdman, Pelatih Kepala Timnas Indonesia (Foto ASEAN UNITED). 

Hai para Fans Garuda apa boleh buat setelah melalui perjuangan yang melelahkan dengan berbagai drama, akhirnya Timnas Indonesia harus tersingkir dari ajang Piala AFF 2026 karena mereka hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 dengan tuan rumah Singapura. 

Kita sebagai Fans Garuda tentu kecewa dong. Namun tidak harus melampiaskannya dengan hujatan dan makian kepada siapapun. Apalagi kepada pemain dan tim pelatih karena mereka sudah bekerja keras untuk mewujudkan impian meraih juara Piala AFF yang sduah 30 tahun ditunggu. 

Malam itu sebenarnya skuad Garuda sempat unggul duluan 1-0 pada awal babak kedua, setelah Ragnar Oratmangoen berhasil mencetak gol dari jarak dekat memanfaatkan umpan tarik dari Donny Tri Pamungkas. 

Namun sangat disayangkan akibat blunder (lagi) antara Rizki Ridho dan kiper Cahya Supriyadi, gawang Indonesia harus kebobolan mudah oleh tendangan Ilhan Fandi sehingga skor menjadi imbang 1-1. 

Bagi Rizki Ridho ini adalah blundernya yang kedua setelah dirinya melakukan blunder saat kalah dari Vietnam. Momen-momen blunder tersebut karena Rizki Ridho tidak langsung saja membuang bola pada kesempatan pertama.

Terlepas dari penguasaan bola yang dominan, masih ada faktor menatalitas pemain yang terpancing dengan keputusan wasit yang membatalkan kartu merah Ui-young Song. Mereka beramai-ramai protes kepada wasit. 

Hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan karena bisa memecah fokus bermain. Padahal saat itu mereka masih unggul 1-0. Dengan tidak fokus bermain bisa mengakibatkan kelengahan yang fatal. 

Menguasai bola sepanjang laga dengan keunggulan 1-0 sebenarnya bagi skuad Garuda menjadi momen yang seharusnya bisa dipertahankan. Namun karena tidak fokus akibat kontroversial kartu merah tersebut, maka pemain-pemain terlihat gugup ketika menerima serangan balik, terutama lini belakang dan kiper Cahya Supriyadi. 

Diluar performa kiper Marten Paes dan Audero Mulyadi, sektor kiper ini menjadi titik lemah yang perlu pembenahan serius. Dua kiper di ajang ini, Nadeo dan Cahya masih sering gugup dan melakukan blunder. 

Timnas Indonesia dalam sejarah Piala AFF yang sudah berusia 30 tahun sejak pertama digulirkan sebagai Pial Tiger tahun 1996, belum pernah sekalipun bisa meraih gelar juara. 

Ada catatan unik yang menjadi kenangan buruk bagi skuad Garuda yaitu 6 kali masuk final, tetapi 6 kali pula gagal juara hanya bisa nerada di posisi runner up. 

Lebih menarik lagi angka 6 ini juga berlaku pada kegagalan Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup sebanyak 6 kali setelah tadi malam, Jumat (7/8/26) ditahan imbang Singapura dengan skor 1-1. 

Dengan hasil imbang tersebut Indonesia hanya menambah satu poin dan berada di posisi ketiga Grup A dengan 7 poin. Sementara itu Singapura ada di posisi kedua dengan 8 poin. 

Dengan hasil ini dari Grup A Vietnam berhasil meraih juara grup dengan 10 poin dan Singapura runner dengan 8 poin. Mereka berhak lolos ke babak semi final. 

Tentu saja banyak catatan bagi John Herdman dan koleganya untuk memperbaiki semua kekurangan skuad asuhannya. 

Terutama lini belakang khususnya pada sektor bek dan kiper yang tidak memiliki komunikasi sehingga terjadilah gol balasan dari Singapura saat Indonesia unggul 1-0 pada laga tersebut. 

Bagi kita, Fans Garuda, harus disadari sepenuhnya, tidak gampang membangun sebuah Timnas yang solid pertahannnya dan produktif mencetak gol. Membutuhkan waktu, biaya, pikiran dan sumber daya yang unggul

Oleh karena itu kita harus tetap mendukung Timnas Indonesia baik saat mereka menang maupun saat mereka kalah. John Herdman sebagai pelatih kepala juga harus kita percaya dengan program-programnya menuju target utama yaitu Piala Dunia 2030. 

Bravo Merah Putih @hensa17. 


Tuesday, August 4, 2026

John Herdman Sikapi Kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026

 

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (Foto Kompas.com/Firzie A Idris). 

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyikapi dengan positif kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dalam ajang Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari Bogor, Senin (3/8/26). 

Pada laga malam itu skuad Vietnam menang 3-0 atas Timnas Garuda. Semua gol mereka berasal dari pola serangan balik yang sangat efektif. 

Dua gol di babak pertama yang sangat mudah dicetak mereka. Seharusnya gol-gol tersebut lebih bisa diantisipasi oleh para bek dan gelandang skuad Garuda. 

Mereka terlambat melakukan transisi sehingga umpan langsung dari bek Vietnam bisa dimanfaatkan oleh winger mereka menjadi gol. Pola serangan untuk dua gol itu hampir sama. 

Dengan kekalahan ini Timnas Indonesia berada di posisi ke-3 dengan 6 poin dan hanya menyisakan satu laga lagi melawan Singapore di Stadion Jalan Besar Singapore pada Jumat (7/8/26) mulai pukul 20-30 WIB.

Laga melawan Singapore ini merrupakan laga wajib menang bagi skuad Garuda. Sementara bagi Singapore cukup bermain imbang sudah cukup bagi mereka untuk lolos ke babak semi final. 

Dalam laga yang lain Vietnam akan menjamu Kamboja yang diatas kertas akan dengan mudah mereka kalahkan sehingga Vietnam berpeluang keluar sebagai jauar grup. 

Mari kita tunggu perjuangan skuad Garuda menghadapi Singapore yang begitu krusial karena laga ini wajib menang. Jika imbang apalagi kalah, maka Indonesia tersisih. 

Bravo Merah Putih @hensa17. 

*****