Showing posts with label FIFA. Show all posts
Showing posts with label FIFA. Show all posts

Tuesday, July 28, 2026

Dramatis, Ada Apa di Piala Dunia 2026?

 

Mohamed Salah beraksi dalam laga Mesir melawan Argentina (Foto Reuters/Amanda Perobelli). 

Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat (USA), Kanada dan Meksiko sudah memasuki babak 8 besar yang dimulai pada Jumat dini hari pukul 03.00 WIB. Jadwal yang sudah dirilis di babak perempat final adalah Prancis Vs Maroko, Spanyol Vs Belgia, Inggris Vs Norwegia dan Argentina Vs Swiss. 

Pada fase ini masih ada 4 tim yang pernah meraih gelar juara yaitu Prancis, Spanyol, Inggris dan Argentina. Uniknya 4 tim tersebut tidak saling berhadapat di babak 8 besar sehingga ada kemungkinan mereka baru saling berhadapan di babak semi final. 

Apakah ini skenario sutradara dari drama Piala Dunia atau memang sesuai dengan perjalanan normal sebuah tim di turnamen tersebut? Sejauh ini kejadian-kejadian yang hadir dalam pentas Piala Dunia 2026 ini banyak menimbulkan pertanyaan bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. 

Paling tidak ada dua kejadian yang sangat kontroversial dalam penghelatan Piala Dunia 2026 yaitu tentang kartu merah pemain USA, Folarin Balogun dan laga dramatis Argentina Vs Mesir. Yuk kita simak bahasan tuntas yang disajikan dalam artikel ini. 

Kartu Merah Folarin Balogun 

Amerika Serikat sebagai tuan rumah sangat berambisi bisa lolos sampai babak final walaupun mereka menyadari bahwa perjalanan menuju ke sana sangat berat. 

Mereka semakin menyadari jalan itu terjal ketika dua tuan rumah lainnya yaitu Meksiko dan Kanada akhirnya gugur di babak 16 besar. Kanada kalah dari Maroko, Meksiko kalah dari Inggris dan Amerika Serikat kalah dari Belgia. 

Sebelum laga 16 besar, pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun mendapatkan kartu merah saat berlaga menghadapi Bosnia di fase 32 besar. Pemian ini adalah sosok penting dalam skuad Amerika Serikat asuhan pelatih asal Argentina, Mauricio Pochettino. 

Terkait kartu merah pemain tersebut, Presiden FIFA, Infantino mengaku sempat dihubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lalu tiba-tiba saja sanksi kartu merah Folarin Balogun, ditangguhkan oleh Komisi Disiplin FIFA. 

Dalam keterangan selanjutnya Infantino menyebut bahwa penangguhan itu sepenuhnya keputusan Komite Disiplin. Baginya, keputusan komite ini harus dihormati. 

Namun Infantino tidak menjelaskan siapa yang meminta adanya sidang Komite Disiplin. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa penangguhan kartu merah tersebut mungkin karena Infantino sempat dihubungi Donald Trump. 

Drama kartu merah ini untungnya tidak mempengaruhi performa skuad Belgia yang harus berhadpan lawan taun rumah. Mereka akhirnya menang telak 4-1 atas Amerika Serikat, sekaligus mengubur impain terakhir dari 3 tuan rumah Piala Dunia 2026. 

Drama Laga Argentina Vs Mesir 

Laga ini juga menjadi buah bibir para penggemar di seluruh dunia. Mesir saat itu masih unggul 2-0 sampai laga berlangsung memasuki menit ke-79, ketika Christian Romero memperkecil kedudukan menjadi 1-2. 

Hanya 4 menit setelah gol tersebut, Lionel Messi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Lalu pada masa injury time menit ke-2, Enzo Fernandes membawa Argentina unggul 3-2 atas Mesir dan lolos ke babak 8 besar. 

Namun pada laga tersebut ada kejanggalan yang sangat nyata terlihat bahwa setelah penijauan VAR, keputusan wasit yang menganulir gol kedua Mesir karena adanya pelanggaran kepada Lisandro Marinez, menjadi perdebatan. 

Jika gol kedua Mesir dianulir oleh VAR, maka kejadian serupa juga seharusnya diterapkan pada skuad Argentina. Wasit mestinya menganulir gol Enzo Fernandez karena sebelumnya terjadi pelanggaran. 

Namun saat itu wasit malah dinilai abai karena tidak memeriksa pelanggaran nyata yang dilakukan Alexis Mac Allister kepada Mohamed Salah, dalam proses sebelum Fernandez mencetak gol kemenangan 3-2 di masa injury time.

Pelanggaran terhadap Mo Salah itu terjadi di kotak penalti, maka jika hal itu diperiksa oleh VAR, wasit seharusnya memberikan tendangan penalti kepada Mesir. 

Namun hal itu tidak pernah dilakukan wasit dan tim VAR. Sungguh ini sebuah insiden sangat memalukan bagi para perangkat pengadil di lapangan. 

Apakah hal tersebut menggambarkan adanya konspirasi tingkat tinggi? Entahlah. Piala Dunia 2026 masih terus berlanjut hingga babak final nanti. 

Kita sebagai penonton hanya bisa menunggu adegan demi adegan dalam setiap fase skenario yang sudah dibuat oleh sutradara dari drama Piala Dunia 2026. Apakah akan ada plot twist pada babak final nanti? Wait and see. 

Salam sepak bola @hensa17. 

***** 





Thursday, July 23, 2026

Piala Dunia 2026, Membedah Data Statistik Semifinal Prancis vs Spanyol

Kylian Mbappe, bintan Prancis di Piala Dunia 2026 (Sumber AFP/Franck Fife). 

Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak semi final yang diawali laga Les Bleus Prancis menghadapi La Roja Spanyol pada Rabu (15/7/26) pukul 02.00 WIB dini hari dilanjutkan laga Argentina lawan Inggris, Kamis (16/7/26) pukul 02.00 WIB dini hari. 

Adanya 4 tim yang sudah resmi lolos ke semi final tersebut yaitu Prancis, Spanyol, Argentina dan Inggris sekaligus memastikan bahwa juara dunia belum melahirkan Juara Baru di Piala Dunia 2026. Empat tim tersebut adalah mantan juara Piala Dunia

Melihat performa 4 tim yang lolos ke babak semi final, mereka memang sangat layak berada di sana dengan kekuatan dan penampilan yang memiliki level lebih tinggi dibandingkan lawan-lawan mereka. 

Pada 4 besar ini, skuad Albiceleste, Argentina, Sang Juara bertahan dikepung oleh 3 tim dari Eropa. Sementara itu Lionel Messi masih menjadi sosok perhatian dunia dengan aksinya memimpin top skor sejauh ini dengan 8 gol. 

Menjelang laga semi final antara Prancis dan Spanyol yang banyak orang menganggap ini adalah pertemuan kepagian bagi mereka, diperkirakan bisa menghadirkan pertarungan yang ketat. 

Prancis adalah skuad finalis Piala Dunia 2022 di Qatar dan mereka saat ini jauh lebih diunggulkan oleh banyak pengamat karena performa dan konsistensi permainan Les Bleus selama babak sebelumnya. 

Namun demikian, Spanyol juga sudah membuktikan sebagai tim yang tidak bisa diremehkan dengan torehan mereka lolos ke semi final kali ini. 

Bicara Data Statistik Performa Prancis dan Spanyol di Piala Dunia 2026

Selama ajang Piala Dunia 2026 kedua tim sudah memainkan 6 laga dari sejak fase grup sampai perempat final yaitu 3 laga di fase grup dan 3 laga di fase knock out. Prancis berhasil menyapu bersih 6 laga tersebut dengan kemenangan sedangkan Spanyol sempat ditahan imbang oleh Tanjung Verde di fase grup. 

Merujuk pada data statistik Sofascore, menyebutkan bahwa rerata rating pemain-pemain Prancis memiliki nilai 7,16 lebih baik dari pemain-pemain Spanyol yaitu 7,11. 

Meskipun angka itu tipis, tapi bisa dilihat dari produktivitas gol Prancis lebih tinggi dari Spanyol. Prancis berhasil mencetak total 16 gol, sedangkan Spanyol hanya mencetak 11 gol. 

Gawang Prancis kebobolan lebih banyak yaitu 2 gol dibandingkan Spanyol yang hanya 1 gol. Skuad asuhan Didier Deschamps ini memiliki produktivitas sebanyak 14 gol lebih tinggi dari Spanyol yang hanya memiliki surplus 10 gol. 

Sekarang mari kita bandingkan performa para penyerang mereka. Prancis dalam menyerang memiliki tembakan on target sebanyak rerata 7,8 per laga sementara Spanyol hanya memiliki tembakan tepat sasaran sebanyak 6,7 tembakan per laga. 

Dalam hal jumlah asis yang mereka miliki, Prancis lebih unggul dengan 14 asis sedangkan Spanyol hanya 8 asis. Begitu pula dalam jumlah gol per laga Prancis lebih unggul dengan rata-rata 2,7 gol dibandingkan Spanyol yang hanya 1,8 gol. 

Kemampuan pertahanan Prancis dan Spanyol bisa kita lihat data statistik mereka. Gawang Prancis memiliki clean sheet sebanyak 4 laga sementara Spanyol lebih unggul dengan tidak kebobolan dalam 5 laga. 

Kebobolan hanya dengan 1 gol membuat skuad Spanyol mengungguli Prancis yang kebobolan dengan 2 gol. Pertahanan Spanyol terlihat lebih kokoh dibandingkan dengan Prancis. 

Hal ini menjadi menarik saat mereka bertanding dimana bertemunya kekuatan penyerang Prancis yang produktif menghadapi pertahanan Spanyol yang solid. 

Kylian Mbappe, Ousmane Dembelle, Michael Olise, dan Desire Doue menghadapi solidnya pertahan Spanyol dengan kuartet Dean Huijsen, Robin Le Normand, Marc Cucurella dan Pedro Porro. 

Juga sengitnya duel di lapangan tengah dimana duet pivot mereka saling berhadapan. Manu Kone dan Adrien Rabiot berhadapan dengan duet Spanyol, Martin Zubimendi dan Pedri. 

Namun demikian Prancis unggul dalam intercep bola di lapangan tengah. Mereka berhasil memotong bola rerata sebanyak 8,5 intercep per laga sedangkan Spanyol memiliki intercep sebanyak 7,5 per laga. 

Begitu pula kemampuan ball clearances per games. Prancis unggul dengan rerata 18,7 per laga dibandingkan Spanyol yang hanya 15 per laga. 

Kiper Prancis, Mike Maignan berhasil melakukan penyelamatan gawangnya dari kebobolan sebanyak rata-rata 1,5 save per laga sementara kiper Spanyol, Unai Simon hanya punya rata-rata 1,2 save per laga. 

Selama ini Spanyol menggunakan pola permainan dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Mereka unggul jauh dalam hal tersebut dengan 65,8 persen ball possesion terhadap lawan-lawan mereka. Begitu juga akurasi passing para pemain Spanyol mencapai angka sebesar rerata 90,4 persen per laga. 

Bandingkan dengan Prancis yang hanya memiliki penguasaan bola terhadap lawan-lawan mereka sebesar 58,5 persen dengan akurasi passing hanya sebesar rerata 88,4 persen per laga. Namun hal itu justru membuktikan bahwa permainan Prancis jauh lebih efektif dibandingkan dengan Spanyol. 

Dengan data performa kedua tim tersebut, maka Anda bisa memberikan prediksi, apakah Prancis ataukah Spanyol yang hadir dalam partai final Piala Dunia 2026. Silakan berikan pendapat sobat-sobat di kolom komentar. 

Salam olahraga @hensa17. 

*****

Friday, July 1, 2022

Timnas Garuda Siap Hadapi Laga di FIFA Matchday Bulan September 2022

 

Selebrasi gol Timnas Garuda (FotoPSSI). 

Hallo Fans Setia Timnas Garuda. Ada kabar menggembirakan nih. Timnas Garuda kesayangan kita sudah siap menghadapi laga International dalam rangka ajang FIFA Matchday yang berlangsung 19-27 September 2022. 

Beberapa waktu yang lalu pelatih Shin Tae yong mengemukakan kepada berbagai media olah raga Nasional baik online maupun media cetak, bahwa lawan Timnas Garuda adalah tim yang memiliki ranking antara Ranking FIFA 1-120. 

Hal itu juga dibenarkan oleh Dirtek PSSI Indra Sjafrie yang berdiskusi dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut dalam menentukan calon lawan Timnas Garuda. 

Beberapa negara yang masuk dalam kategori calon lawan Timnas Garuda adalah tim Libya, Malawi, Angola, Gambia, Azerbaijan, Latvia, Filipina, Turkmenistan, Nikaragua, Hongkong, Vietnam dan Malaysia. 

Melihat daftar calon lawan tersebut yang menarik adalah 3 tim yang berasal dari ASEAN yaitu Filipina, Malaysia dan Vietnam Mungkin bisa dipertimbangkan sebagai lawan Timnas Garuda. 

Vietnam adalah calon lawan yang sangat memadai untuk dijadikan sparing yang tangguh. Bagaimanapun Timnas Garuda belum pernah lagi mengalahkan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Jika ingin mengambil calon lawan dari Afrika, maka bisa dipertimbangkan tim yang kekuatannya relatif seimbang dengan Timnas Garuda seperti Malawi. 

Bisa juga salah satu calon lawan untuk dipertimbangkan adalah Turkmenistan yang menjadi calon pesaing di ajang Piala Asia 2023 nanti. Tim asal Asia Barat ini diperkirakan memiliki kekatan tidak terlalu jauh dari kekuatan Garuda. 

PSSI berencana melakukan dua pertandingan dalam masa jeda FIFA tersebut. Saat ini mereka masih menggodok rencana calon lawan yang ideal bagi Timnas Garuda dalam FIFA Matchday September 2022 nanti. 

Baiklah Gais, kita tunggu saja nanti kabar selanjutnya. Tetap semangat dan tetap sehat selalu. 

Salam bola @hensa. 




Tuesday, June 28, 2022

Kalah dari Inggris tetapi Israel Lolos ke Piala Dunia U-20 di Jakarta

 

Israel kalah 0-1 dari Inggris di ajang Euro-19 2022 (Foto Twitter.com/bbcsport). 

Timnas Israel U-19 mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Inggris dalam laga terakhirnya di grup B di ajang Piala Eropa U-19 yang berlangsung di Slovakia. 

Namun demikian Israel tetap memastikan tiket untuk tampil di Piala Dunia U20 2023 yang akan berlangsung di Indonesia mulai 20 Mei - 11 Juni 2023. Hal tersebut karena saingan terdekatnya di grup B, Serbia U-19 dikalahkan Austria dengan skor 2-3. 

FIFA sendiri melalui Biro yang terdiri dari Presiden FIFA dan 6 Presiden Konfederasi sudah resmi mengonfirmasi bahwa Piala Dunia U-20 di Indonesia akan berlangsung pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023. 

Kejuaraan Piala Eropa atau Euro U-19 2022 ini dijadikan juga sebagai ajang kualifikasi zona Eropa untuk Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. Terbagi menjadi dua grup pada tahap akhir kejuaraan setelah melewati kualifikasi.  

Grup A terdiri dari Prancis, Italia, Slovakia dan Romanis sedangkan grup B terdiri dari England, Israel, Austria dan Serbia. Mereka melakukan pertandingan di masing-masing grup.   

Dari ajang Euro U-19 ini yang berhak lolos ke putaran final adalah 4 tim semi finalis dan play off dari peringkat ke-3 di grup A dan B. 

Dalam laga terakhirnya di grup B melawan Inggris, Israel kebobolan pada menit keenam. Penyerang Three Lions Muda, Liam Delap, membobol gawang Tomer Tzarfati setelah menerima umpan Alfie Devine. Inilah gol satu-satunya yang terjadi dalam laga tersebut. 

Kendati kalah, Israel tetap memastikan lolos ke babak semifinal dengan mengumpulkan nilai 4 poin sebagai runner up di bawah Inggris dengan 9 poin sebagai juara grup B. 

Inggris meraih kemenangan sempurna dengan 3 laga yaitu menang 4-0 atas Serbia, 2-0 atas Austria dan 1-0 atas Israel. Sementara itu Israel sebagai runner up grup B menang 4-2 atas Austria dan bermain imbang dengan Serbia. 

Kejuaraan Euro 19 ini memasuki babak semi final dimana Inggris akan berhadapan melawan Italia sementara Prancis melawan Israel. Para Pemenang di babak semi final ini akan bertemu di final untuk meraih juara Euro U19 tahun 2022. 

Sementara Austria yang menang atas Serbia pada laga terakhirnya berada di peringkat 3 di grupB dengan 3 poin, berhak mengikuti play off. 

Mereka akan bersaing melawan peringkat ke-3 di grup A, Slovakia untuk memperebutkan satu tiket lagi ke putaran final Piala Dunia U-20 2023 di Jakarta. Slovakia menang 1-0 dalam laga terakhirnya melawan Romania untuk meraih posisi 3 grup A. 

Prancis yang meraih 9 poin dari 3 laga di grup A juga lolos ke putaran final bersama Italia sebagai runner up dengan 6 poin. 

Prancis memenangkan 3 laga yaitu 4-0 atas 4-1 atas Italia, 5-0 atas Slovakia dan 2-1 atas Romania sedangkan Italia hanya kalah dari Prancis. 

Dengan hasil ini maka resmi 4 wakil Eropa berhak tampil di ajang Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Jakarta. Kick off akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Kebangkitan Nasional 20 Mei 2023. 

Mereka adalah England, Prancis, Italia dan Israel. Satu wakil lagi akan diperebutkan antara Slovakia dan Austria dalam laga play off. 

Lolosnya Israel ke putaran final Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia, membawa konsekwensi tuan rumah harus menyiapkan skenario keamanan ketat demi menghindari potensi sentimen dari masyarakat kita yang anti negara zionis ini. 

Hal ini karena isu konflik panas anatara Israel dan Palestina masih menjadi sorotan masyarakat di Indonesia. Walaupun masalah politik tidak boleh disangkut pautkan dengan olahraga, tapi masalah Israel adalah masalah peka. 

Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia dan PSSI sudah memastikan bakal menerima Israel sebagai tamu ketika mereka lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2023. 

Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan awal dengan FIFA pada saat Indonesia menerima penunjukkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 nanti. 

Selamat untuk England, Prancis, Italia dan Israel yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 di Jakarta tahun 2023. 

Salam bola @hensa. 

Wednesday, March 20, 2013

FIFA Larang 6 Pemain Muda Bela Barca


AFP/FABRICE COFFRINI



ZURICH, KOMPAS.com — Presiden FIFA Sepp Blatter menegaskan tidak akan mencabut larangan kepada sejumlah pemain akademi Barcelona untuk bermain di skuad muda Blaugrana.

Enam pemain muda Barcelona sebelumnya dihukum tidak boleh mengikuti kompetisi bersama tim muda Azulgrana, karena dinilai melanggar peraturan transfer internasional. Keenam pemain itu adalah Seung Woo Lee, Park Seung-Ho, Jang Gyeolhee (Korea Selatan), Theo Chendri (Perancis), Bobby Adekanye (Nigeria), dan Patrice Sousia (Kamerun).

FIFA beralasan tidak ada satu pun dari keenam pemain tersebut yang boleh bermain untuk Barcelona karena mereka masuk ke Spanyol sebelum berusia 18 tahun. "Kasus Barcelona ini akan kita pelajari. Namun, untuk aturan merekrut pemain di bawah umur sudah sangat jelas," ujar Blatter seperti dilansir Football Espana.
"Popularitas sepak bola terkadang membawa hal yang berbahaya. Keuntungan finansial dari olahraga ini, sayangnya, merupakan hal menarik bagi mafia internasional," tegasnya kemudian.
Penulis: Ary Wibowo
Sumber :
Football Espana
Editor : Hery Prasetyo