Showing posts with label luis enrique. Show all posts
Showing posts with label luis enrique. Show all posts

Thursday, August 13, 2026

Paris Saint Germain Juara Piala Super Eropa

Luis Enrique membawa PSG, skuad asuhannya meriah Piala Super 2026 (Foto Reuters/Annelika Warmuth). 

Paris Saint Germain (PSG) setelah berhasil juara Liga Champions juga berhasil melengkapi gelar mereka dengan meraih Juara Piala Super Eropa 2026. 

Skuad Luis Enrique ini mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1. Pertandingan berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB. 

Dalam laga tersebut dominasi klub asal Prancis ini sangat kentara. PSG langsung tampil agresif sejak awal pertandingan untuk mengejar gol cepat.  

Peluang pertama mereka hadir pada menit ke-20 melalui Desire Doue. Namun, tembakannya masih mampu diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot.

Akhirnya segala upaya tersebut berhasil ketika PSG membuka keunggulan. Khvicha Kvaratskhelia mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Doue. Pemain asal Georgia itu melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan keras ke tengah gawang. PSG unggul 1-0.

Sementara itu Aston Villa kemudian meningkatkan tekanan. Brian Madjo hampir mencetak gol pada menit ke-28 melalui sundulan jarak dekat, tetapi bola masih melebar. 

Baru pada menit ke-45, usaha Villa akhirnya membuahkan hasil. Madjoyang baru berusia 17 tahun sukses mencetak gol lewat sontekan first time setelah menerima umpan silang John McGinn. 

Skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut membuat Madjo menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa. Skor bertahan hingga turun minum. 

Memasuki babak kedua, Aston Villa kembali memberikan tekanan. McGinn nyaris membawa Villa berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya ditepis Matvey Safonov. PSG kemudian kembali memimpin pada menit ke-61 melalui Doue. Sempat dianulir karena offside, gol tersebut akhirnya disahkan setelah pemeriksaan VAR. Skor menjadi 2-1 untuk PSG. 

Aston Villa terus menyerang pada sisa pertandingan, sementara PSG lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, skor tidak berubah. 

Keberhasilan PSG sebagai juara tersebut mengikuti jejak AC Milan serta Real Madrid yang pernah meraih Piala Super Eropa secara back-to-back. 

Sementara itu bagi Unai Emery, kekalahan ini memperpanjang catatan buruknya. Ia kini selalu kalah dalam empat kesempatan tampil diajang tersebut. 

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menilai raihan juara Piala Super Eropa 2026 dapat diraih karena mentalitas para pemainnya yang selalu ingin memberikan hasil maksimal.

"Pertandingan ini sulit dipersiapkan. Para pemain membutuhkan istirahat dan waktu bersama keluarga mereka, tetapi setiap kali mereka mengenakan seragam Paris Saint-Germain, ada ikatan dengan para penggemar, dan di antara para pemain itu sendiri. Apa yang kami tunjukkan lagi hari ini adalah bahwa, terlepas dari kesalahan dan banyak hal yang kurang, kami adalah tim yang selalu kami inginkan," kata Enrique usai pertandingan dikutip dari laman PSG.

"Kita selalu membicarakan para pemain yang memulai pertandingan, tetapi sangat penting untuk siap masuk sebagai pemain pengganti, terutama dalam pertandingan seperti ini. Semua pemain memiliki pemahaman yang sama, dan itu sangat penting, karena untuk memenangkan trofi besar, Anda membutuhkan semua orang untuk bekerja sama," ucap Enrique menambahkan

Selamat untuk PSG dan Luis Enrique. 

Salam olahraga @hensa17. 

***** 

Thursday, July 30, 2026

Mikel Arteta Lawan Para Gurunya

 

Luis Enrique pelatih PSG lawan Arsenal di final Liga Champions (Foto FIFA /Getty Images/Hector Vivas via Kompas.com). 

Beberapa hari ini para Fans Arsenal sedang dilanda pesta besar merayakan keberhasilan klub kesayangan mereka yang berhasil meraih juara Premier League setelah menunggu selama 22 tahun. 

Adalah sosok Mikel Arteta pelatih kebanggaan para The Gunners yang berhasil membawa skuad asuhannya meraih gelar tersebut. Hal ini sekaligus mematahkan trauma baginya yang seakan dikutuk untuk selalu menjadi runner up selama 3 kali berturut-turut. 

Tahun kompetisi 2023-2024, Arsenal menjadi runner up dipecundangi Manchester City. Tahun berikutnya kembali klub asuhan Pep Guardiola ini memaksa Arsenal menjadi runner up. Tahun 2024-2025 giliran Liverpool yang mendepak Arsenal di posisi kedua. 

Untuk Pertama Kali Pecundangi Sang Guru 

Maka pada tahun ini Mikel Arteta telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih yang pertama di kompetisi terketat di Dunia ini yaitu Premier League. Baginya lebih istimewa karena dia berhasil mengalahkan Sang Guru untuk pertama kalinya. 

Arteta yang selama ini hanya pelatih yang menjadi bayang-bayang keberhasilan Pep Guardiola, telah menjelma menjadi sosok yang mampu mengalahkan mantan mentornya tersebut. 

Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City. Pengalaman ini yang menjadi modal penting baginya untuk membangun budaya baru ketika menjadi pelatih Arsenal. 

Pengalaman sebagai pemain, Arteta adalah pemain Arsenal dari tahun 2011 hingga 2016. Gelar yang pernah diraih yaitu mengangkat Piala FA dua kali sebagai kapten dan kemudian mengalami masa-masa sulit di akhir era saat itu bersama Arsen Wenger. 

Dalam tujuh tahunnya bersama Arsenal, sosok Arteta telah menjadi ahli motivasi bagi pemain-pemain asuhannya. Begitu juga kemampuannya dalam  menumbuhkan budaya berkinerja tinggi di klub London tersebut.

Gaya bermain Arsenal dengan formasi dasar 4-3-3 adalah formasi yang menjadi pakem Pep Guardiola di Manchester City. Formasi tersebut adalah gaya bermain menyerang yang dikenal selama ini dengan gaya Barcelona dimana Pep Guardiola pernah menjadi pemain dan pelatih Barcelona sebelumnya. 

Usai Pep Guardiola Kini Tantang Luis Enrique 

Mungkin kebetulan bahwa ketiga pelatih ini, Mikel Arteta, Guardiola dan Luis Enrique berkebangsaan Spanyol. Tapi bukan kebetulan kalau ketiganya adalah alumni dari Akademi Barcelona. 

Arteta dari Akademi barcelona pernah bermain bersama PSG, Rangers, Real Sociedad, Everton, dan terakhir bersama Arsenal yang saat itu dilatih Arsen Wenger pensiun di klub asal London itu pada tahun 2016. 

Dalam hal pengalaman dalam dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih, memang Mikel Arteta jauh lebih muda jam terbangnya dibandingkan kedua sosok seniornya tersebut. 

Namun DNA karakter permainan dari Barcelona sama-sama mereka miliki yaitu gaya bermain menyerang dengan penguasaan bola dan pressing tinggi. Arteta berhasil membangun Arsenal melalui gaya pemrianan tersebut. 

Baik Pep Guardiola di Manchester City maupun Luis Enrique pernah menjadi pelatih Barcelona, keduanya menggunakan filosofi sepak bola yang sama ketika mereka melatih klubnya yang sekarang, masing-masing Manchetser City dan Paris Saint Germain (PSG). 

Pecinta bola sudah banyak tahun bagaimana Pep Guardiola membangun The Citizenz, tetapi tidak begitu banyak orang paham bagaimana Luis Enrique membangun PSG. 

Sama seperti Guardiola, pada awal-awal menjadi pelatih PSG, banyak yang meragukan apakah filosofi sepak bola Enrique bisa cocok dengan PSG. 

Saat itu para jurnalis dan pundit masih mempertanyakan kemampuannya ketika pada 5 Juli 2023, Luis Enrique ditunjuk sebagai pelatih Paris Saint-Germain dengan kontrak berdurasi dua tahun (saat ini durasinya diperpanjang hingga 2030). 

Menghadapi para jurnalis dalam penampilan perdananya di hadapan media, juru taktik asal Spanyol itu menyampaikan sebuah janji yang hingga kini terus ia pegang teguh.

Janji Enrique itu adalah identitas permainan menyerang tidak bisa ditawar. Menurutnya identitas pola menyerang  bagi klub asuhannya itu tidak bisa ditawar. 

Enrique bertekad saat itu akan melatih skuad asuhanya bermain sebagai sebuah tim. Penguasaan bola menjadi karakter yang dibangun dengan kuat sebagai misi utamanya. 

Prestasi Enrique bersama PSG pada tahun 2025 nyaris dapat disebut sebagai sebuah karya yang sulit untuk dicari cela. Selain menyapu bersih gelar domestik, klub Paris tersebut juga menyingkirkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 untuk mengangkat trofi Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya. 

Kini Mikel Arteta akan berhadapan melawan Luis Enrique dalam final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/26) mulai pukul 23.00 WIB. Arsenal menghadapi PSG untuk merebut gelar tertinggi di Eropa. 

Bagi Arteta ini adalah tantangan yang sangat menarik karena ini adalah gelar sangat bergengsi sekaligus gelar perdananya bagi Arsenal di ajang Liga Champions. 

Salam olahraga @hensa17.