Tuesday, August 4, 2026

John Herdman Sikapi Kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026

 

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (Foto Kompas.com/Firzie A Idris). 

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyikapi dengan positif kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dalam ajang Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari Bogor, Senin (3/8/26). 

Pada laga malam itu skuad Vietnam menang 3-0 atas Timnas Garuda. Semua gol mereka berasal dari pola serangan balik yang sangat efektif. 

Dua gol di babak pertama yang sangat mudah dicetak mereka. Seharusnya gol-gol tersebut lebih bisa diantisipasi oleh para bek dan gelandang skuad Garuda. 

Mereka terlambat melakukan transisi sehingga umpan langsung dari bek Vietnam bisa dimanfaatkan oleh winger mereka menjadi gol. Pola serangan untuk dua gol itu hampir sama. 

Dengan kekalahan ini Timnas Indonesia berada di posisi ke-3 dengan 6 poin dan hanya menyisakan satu laga lagi melawan Singapore di Stadion Jalan Besar Singapore pada Jumat (7/8/26) mulai pukul 20-30 WIB.

Laga melawan Singapore ini merrupakan laga wajib menang bagi skuad Garuda. Sementara bagi Singapore cukup bermain imbang sudah cukup bagi mereka untuk lolos ke babak semi final. 

Dalam laga yang lain Vietnam akan menjamu Kamboja yang diatas kertas akan dengan mudah mereka kalahkan sehingga Vietnam berpeluang keluar sebagai jauar grup. 

Mari kita tunggu perjuangan skuad Garuda menghadapi Singapore yang begitu krusial karena laga ini wajib menang. Jika imbang apalagi kalah, maka Indonesia tersisih. 

Bravo Merah Putih @hensa17. 

***** 

Monday, August 3, 2026

Tiki-Taka ala Luis de La Fuente

Lne Yamal, Bintang skuad Spanyol (Foto Reuters/Hannah McKay). 

Pelatih Spanyol, Luis de La Fuente berhasil memodifikasi filosofi tiki-taka menjadi sistem sepak bola baru yang lebih pragmatis dan efektif dibandingkan tiki-taka klasik yang saat ini sudah bisa diredam. 

Model sepak bola ala Fuente ini berhasil membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Fuente berhasil memadukan dengan simpel dan harmonis antara penguasaan bola khas tiki-taka dan pendekatan pragmatis yaitu sepak bola yang lebih vertikal. 

Perpaduan ini sangat dinamis dengan mengandalkan kecepatan transisi pemain-pemainnya melalui sisi sayap. Dalam hal inilah dibutuhkan sosok winger yang cepat dan lincah seperti Lamine Yamal. 

Dengan cara ini pergerakkan bola dengan mudah menerobos area 16 meter di gawang lawan dan memberikan efek kejut umpan tarik atau umpan terobosan yang menimbulkan peluang untuk mencetak gol. 

Luis de La Fuente sukses melakukan evolusi taktiknya tanpa harus meninggalkan akar identitas dari skuad tiki-taka La Roja Spanyol dan terbukti taktik ini berhasil menyabet Juara Piala Dunia 2026. 

Seperti total football, tiki-taka dan sekarang modifikasinya dengan sistem lebih pragmatis, maka sampai sejauh mana taktik ini bisa bertahansampai suatu hari taktik baru yang mampu menggugurkannya? 

Kita lihat saja karena sepak bola selalu dinamis bergerak ke depan akan menghasilkan taktik-taktik baru yang menggugurkan taktik-taktik klasik. 

Salam olahraga @hensa17.