Wednesday, July 29, 2026

Jepang Paling Moncer di Piala Dunia 2026

 

Pasukan Samurai Biru, Jepang (Foto Reuters/Eloisa Sanchez). 

Piala Dunia 2026 yang berlangsung di USA, Kanada dan Meksiko, mulai Kamis (25/6/26) tinggal merampungkan matchday ketiga di setiap grup sehingga dari babak fase grup ini sudah bisa diketahui tim mana saja yang berhak lolos ke fase knock out 32 besar. 

Pada Piala Dunia 2026 ini ada 48 tim yang terbagi menjadi 12 grup. Setiap juara dan runner up grup yang berjumlah 12 grup berhak lolos ke babak 32 besar ditambah 8 peringkat terbaik di setiap grup. 

Kita ketahui tim-tim wakil Asia di ajang terbesar Dunia ini adalah Korea Selatan di grup A, Qatar di grup B, Australia di grup D, Jepang di grup F, Iran di grup G, Arab Saudi di grup H, Irak di grup I, Jordania grup J dan Uzbekistan grup K. 

Mari kita ulas bagaimana peluang tim-tim dari Asia ini bisa lolos ke babak 32 besar setelah mereka menyelesaikan 2 laga di fase grup dan menyisakan satu laga lagi. 

Korea Selatan 

Kita mulai dari Korea Selatan di grup A. Tim dari Asia Timur ini setelah mengejutkan meraih kemenangan atas Republik Ceko pada laga perdananya, tapi di laga kedua mereka harus tunduk pada tuan rumah Meksiko. 

Posisinya sekarang ada di peringkat 2 dengan 3 poin, mengugguli perolehan yang dikoleksi oleh Republik Ceko yang hanya satu poin hasil imbang dengan Afrika Selatan. 

Dalam jadwal laga terakhirnya Korea Selatan akan menghadapi Afrika Selatan yang memiliki satu poin. Untuk lolos ke fase 32 besar Korea Selatan wajib menang agar lebih aman bisa mendampingi Meksiko yang sudah lolos lebih dulu. 

Bagaimana jika laga berakhir imbang? Korea Selatan tetap lolos tapi dengan syarat Republik Ceko kalah dari Meksiko atau bermain imbang. Jangan sampai Korea Selatan mengalami kekalahan. 

Bagaimana jika Republik Ceko menang? Untuk mengungkuli Korea Selatan Republik Ceko harus menang minimal dengan selish 2 gol pada saat Korea Selatan bermain imbang. 

Bila Korea Selatanmenang, apapun hasilnya pada laga lain tidak berpengaruh bagi lolosnya Tim Asia ini ke 32 besar. Jadwal Korea Selatan pertandingan berlangsung Kamis (25/6/26). 

Jepang 

Jepang adalah satu dari tim Asia yang memiliki peluang besar bisa lolos meraih tiket 32 ​​besar di Piala Dunia 2026. Saat ini Tim Samurai Biru ini ada di posisi kedua Grup F dengan 4 poin sama dengan peringkat 1, Belanda hanya kalah dari selisih gol. 

Sementara itu Swedia ada diperingkat 3 dengan 3 poin hasil dari kemenangan atas Tunsia tetapi kalah dari Belanda. Tim Eropa ini akan bertanding hidup mati melawan Jepang pada laga terakhirnya di fase grup. 

Dalam posisi seperti ini, Jepang hanya butuh satu poin sudah cukup lolos ke babak 32 besar minimal sebagai runner up Grup F sedangkan Swedia wajib meraih kemenangan untuk bisa lolos ke fase knock out. 

Rasa optimis ini wajar jika melihat performa Jepang saat menahan Belanda dengan skor 2-2 dan mengalahkan Tunisia 4 gol tanpa balas. 

Laga terakhirnya melawan Swedia menjadi laga pamungkas yang menentukan bagi Jepang. Pasukan Samurai Biru ini berada dalam kondisi percaya diri menghadapi lawan manapun di grup ini. Jadwal Jepang lawan Swedia berlangsung pada Jumat (26/6/26). 

Australia 

Tim Soccerous ini memiliki 3 poin dari kemenangan atas Turki dan kalah dari Amerika Serikat. Peroleh 3 poin itu sama dengan Paraguay yang menang atas Turki dan kalah dari Amerika Serikat. 

Mereka meiliki peluang lolos dengan satu syarat menang atas Paraguay di laga fase terakhir grup. Australia tidak boleh kalah dalam laga hidup mati ini. 

Atau minimal bermain imbang mereka sudah cukup karena Australia memiliki selisih gol lebih baik dari Paraguay. Laga fase grup terakhir Australia melawan Paraguay berlangsung pada Jumlat (26/6/26). 

Iran 

Di grup ini persaingannya sangat menarik. Semua tim masih punya peluang untuk lolos ke 32 besar. Mesir ada peringkat pertama dengan 4 poin. disusul Iran dengan 2 poin dan Belgia dengan 2 poin dan terakhir Selandia Baru dengan satu poin. 

Laga terakhir Iran akan menghadapi Mesir pada Sabtu (27/6/26). Mereka tidak boleh kalah atau imbang dalam laga ini, wajib menang atas Mesir. 

Jika Iran kalah dari Mesir mereka tersisih begitu juga saat hanya bermain imbang posisi terancam oleh Belgia yang melampaui koleksi poinnya. Sedangkan Mesir cukup bermain imbang sudah cukup lolos ke 32 besar. 

Tim Asia lainnya seperti Qatar di grup B, Arab Saudi di grup H, Irak di grup I, Jordania di grup J dan Uzbekistan di grup K, sangat kecil peluang untuk lolos karena mereka memiliki banyak defisit gol untuk Qatar (1 poin), Arab Saudi (1 poin). 

Sedangkan Irak, Yordania dan Uzbekistan sudah mengalami dua kekalahan sehingga kemanangan dalam laga terakhir mereka tidak mampu mendongkrak mereka ke posisi lolos ke 32 besar. 

Mari kita nikmati gelar Piala Dunia 2026 penuh gembira. Mungkin banyak yang bisa kita pelajari dari setiap laga mereka, terutama untuk kemajuan skuad Timnas Garuda di masa depan. 

Salam olahraga @hensa17. 

*****  



Tuesday, July 28, 2026

Dramatis, Ada Apa di Piala Dunia 2026?

 

Mohamed Salah beraksi dalam laga Mesir melawan Argentina (Foto Reuters/Amanda Perobelli). 

Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat (USA), Kanada dan Meksiko sudah memasuki babak 8 besar yang dimulai pada Jumat dini hari pukul 03.00 WIB. Jadwal yang sudah dirilis di babak perempat final adalah Prancis Vs Maroko, Spanyol Vs Belgia, Inggris Vs Norwegia dan Argentina Vs Swiss. 

Pada fase ini masih ada 4 tim yang pernah meraih gelar juara yaitu Prancis, Spanyol, Inggris dan Argentina. Uniknya 4 tim tersebut tidak saling berhadapat di babak 8 besar sehingga ada kemungkinan mereka baru saling berhadapan di babak semi final. 

Apakah ini skenario sutradara dari drama Piala Dunia atau memang sesuai dengan perjalanan normal sebuah tim di turnamen tersebut? Sejauh ini kejadian-kejadian yang hadir dalam pentas Piala Dunia 2026 ini banyak menimbulkan pertanyaan bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. 

Paling tidak ada dua kejadian yang sangat kontroversial dalam penghelatan Piala Dunia 2026 yaitu tentang kartu merah pemain USA, Folarin Balogun dan laga dramatis Argentina Vs Mesir. Yuk kita simak bahasan tuntas yang disajikan dalam artikel ini. 

Kartu Merah Folarin Balogun 

Amerika Serikat sebagai tuan rumah sangat berambisi bisa lolos sampai babak final walaupun mereka menyadari bahwa perjalanan menuju ke sana sangat berat. 

Mereka semakin menyadari jalan itu terjal ketika dua tuan rumah lainnya yaitu Meksiko dan Kanada akhirnya gugur di babak 16 besar. Kanada kalah dari Maroko, Meksiko kalah dari Inggris dan Amerika Serikat kalah dari Belgia. 

Sebelum laga 16 besar, pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun mendapatkan kartu merah saat berlaga menghadapi Bosnia di fase 32 besar. Pemian ini adalah sosok penting dalam skuad Amerika Serikat asuhan pelatih asal Argentina, Mauricio Pochettino. 

Terkait kartu merah pemain tersebut, Presiden FIFA, Infantino mengaku sempat dihubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lalu tiba-tiba saja sanksi kartu merah Folarin Balogun, ditangguhkan oleh Komisi Disiplin FIFA. 

Dalam keterangan selanjutnya Infantino menyebut bahwa penangguhan itu sepenuhnya keputusan Komite Disiplin. Baginya, keputusan komite ini harus dihormati. 

Namun Infantino tidak menjelaskan siapa yang meminta adanya sidang Komite Disiplin. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa penangguhan kartu merah tersebut mungkin karena Infantino sempat dihubungi Donald Trump. 

Drama kartu merah ini untungnya tidak mempengaruhi performa skuad Belgia yang harus berhadpan lawan taun rumah. Mereka akhirnya menang telak 4-1 atas Amerika Serikat, sekaligus mengubur impain terakhir dari 3 tuan rumah Piala Dunia 2026. 

Drama Laga Argentina Vs Mesir 

Laga ini juga menjadi buah bibir para penggemar di seluruh dunia. Mesir saat itu masih unggul 2-0 sampai laga berlangsung memasuki menit ke-79, ketika Christian Romero memperkecil kedudukan menjadi 1-2. 

Hanya 4 menit setelah gol tersebut, Lionel Messi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Lalu pada masa injury time menit ke-2, Enzo Fernandes membawa Argentina unggul 3-2 atas Mesir dan lolos ke babak 8 besar. 

Namun pada laga tersebut ada kejanggalan yang sangat nyata terlihat bahwa setelah penijauan VAR, keputusan wasit yang menganulir gol kedua Mesir karena adanya pelanggaran kepada Lisandro Marinez, menjadi perdebatan. 

Jika gol kedua Mesir dianulir oleh VAR, maka kejadian serupa juga seharusnya diterapkan pada skuad Argentina. Wasit mestinya menganulir gol Enzo Fernandez karena sebelumnya terjadi pelanggaran. 

Namun saat itu wasit malah dinilai abai karena tidak memeriksa pelanggaran nyata yang dilakukan Alexis Mac Allister kepada Mohamed Salah, dalam proses sebelum Fernandez mencetak gol kemenangan 3-2 di masa injury time.

Pelanggaran terhadap Mo Salah itu terjadi di kotak penalti, maka jika hal itu diperiksa oleh VAR, wasit seharusnya memberikan tendangan penalti kepada Mesir. 

Namun hal itu tidak pernah dilakukan wasit dan tim VAR. Sungguh ini sebuah insiden sangat memalukan bagi para perangkat pengadil di lapangan. 

Apakah hal tersebut menggambarkan adanya konspirasi tingkat tinggi? Entahlah. Piala Dunia 2026 masih terus berlanjut hingga babak final nanti. 

Kita sebagai penonton hanya bisa menunggu adegan demi adegan dalam setiap fase skenario yang sudah dibuat oleh sutradara dari drama Piala Dunia 2026. Apakah akan ada plot twist pada babak final nanti? Wait and see. 

Salam sepak bola @hensa17. 

*****