Thursday, June 26, 2014

Jurgen Klinsmann Kalahkan Jerman


Thomas Mueller
Foto : brasil2014.kompas.com

Oleh : Hendro Santoso-Hensa

Jürgen Klinsmann adalah Pelatih Amerika Serikat (AS) asli Jerman yang dilahirkan pada 30 Juli 1964 di Göppingen, kota kecil di Selatan Jerman yang masuk ke dalam kota Stuttgart,Provinsi Baden-Württemberg yang ketika itu masih bagian dari Jerman Barat.  Sejauh ini Klinsmann cukup berhasil menangani Timnas Amerika Serikat. Bahkan seharusnya AS sudah bisa merebut tiket babak 16 besar Piala Dunia 2014 jika saja saat itu mampu menaklukkan Portugal di laga kedua Grup G di Arena Amazonia, Manaus, Senin 23  Juni 2014 yang lalu. Namun sayang sekali, kemenangan yang sudah di depan mata itu lenyap begitu saja oleh gol pemain Portugal Varela pada menit 90+5 hasil umpan crossing Ronaldo dari sisi kiri pertahanan AS. Akhirnya AS harus bermain imbang melawan Portugal dengan skor 2-2. Dengan hasil ini AS kini menempati posisi kedua Grup G dengan perolehan empat poin sama dengan Jerman, yang juga mengoleksi empat poin, sementara memimpin grup G karena unggul selisih gol.

Lengkapnya posisi Grup G adalah Jerman pada posisi teratas dengan poin 4 dan selisih gol +4 disusul Amerika Serikat dengan poin 4 dengan selisih gol +1. Pada posisi tiga dan empat masing-masing ditempati Ghana dengan 1 poin dan selisih gol - 1 dan Portugal juga dengan poin 1 selisih gol - 4.
Situasi itu tak pelak memancing kerisauan Portugal akan adanya upaya bermain mata antara AS dengan Jerman mengingat pelatih AS saat ini adalah pria berkebangsaan Jerman, Juergen Klinsmann. Paulo Bento perlu merasa galau mengenai hal ini saat dia harus curhat kepada Reuters yang banyak dikutip oleh berbagai media on line.
“Sepanjang karirku sebagai seorang pemain dan pelatih, aku tidak pernah mencurigai kolegaku bermain untuk mencari hasil seri,” begitu kata Paulo Bento seperti dilansir Reuters.
“Tugas kami adalah mengalahkan Ghana dan walaupun peluang kami tipis seandainya menang, kami akan tetap menjaga standar profesionalitas kami sampai menit terakhir,” kata Bento menyuarakan kegalauannya.

Fakta dilapangan memang benar andai AS dan Jerman bermain draw nilai mereka sudah tidak mungkin bisa dikejar oleh Ghana maupun Portugal yang jika Portugal atau Ghana memenangkan pertandingan terakhir hanya memiliki nilai maksimal 4 poin. Pertanyaannya apakah Jerman akan bermain mata dengan Klinsmann. Jika itu terjadi sungguh akan merupakan dugaan sebuah konspirasi sesama orang Jerman. Entahlah apakah skenario itu harus dilakukan sevulgar itu. Bukankah ada cara lainyang lebih elegan agar sama-sama kesebelasan mereka masuk 16 besar. Portugal dengan selisih minus 4 gol minimal harus mengalahkan Ghana dengan selisih 5 gol untuk bisa bersaing di Grup G ini. Ghana demikian pula harus mengalahkan Portugal dengan selisih minimal 3 gol. Dengan situasi seperti ini sebenarnya Ghana dan Portugal cukup berat untuk bisa lolos ke 16 besar. Peluang AS dan Jerman jauh lebih besar. Bahkan Jerman andaikata kalah dari AS asal hanya selisih 1 gol tetap lolos karena memiliki gol  rata-rata plus 3. Jadi?. Janganlah terlalu vulgar jika mau main mata. Cukup Jerman mengalahkan AS dengan selisih 1 gol saja sudah bisa membuat AS tetap lolos ke 16 besar.

Mari kita tunggu Sinetron Jerman melawan Amerika Serikat pada tanggal 26 Juni 2014 nanti. Selamat bertanding tetap junjung tinggi Fair Play. Salam

Bandung 24 Juni 2014